Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan instruksi terbaru kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan mulai meluas. Instruksi kesiapsiagaan ini ditujukan secara khusus bagi kesatuan kepolisian di wilayah yang terpapar sebaran abu vulkanik, termasuk kawasan Jabodetabek dan daerah di sekitarnya.
Dalam arahannya, Sigit meminta jajaran pimpinan kepolisian daerah hingga tingkat sektor, mulai dari Kapolda, Kapolres, sampai Kapolsek, untuk berada dalam posisi Siaga I. Kapolri menekankan agar para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) tidak menunda respons di lapangan dan memastikan seluruh personel kepolisian bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan nyata kepada masyarakat yang terdampak sebaran material vulkanik.
Penanganan Dampak Kesehatan dan Kebutuhan Vital
Untuk meminimalkan risiko bahaya abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat, Polri ditugaskan aktif melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta menyalurkan berbagai perlengkapan kesehatan ke lapangan. Langkah ini diarahkan untuk menekan dampak buruk paparan debu erupsi yang menyebar ke kawasan permukiman.
Depok Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, tapi CFD Tetap Ramai

Sigit juga secara khusus menyoroti ancaman gangguan pernapasan serta kebutuhan pokok warga yang berpotensi terganggu akibat bencana erupsi tersebut. Jajaran kepolisian diminta memfasilitasi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari pembagian masker, penanganan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit, hingga penyediaan suplai air bersih dan kebutuhan esensial lainnya.
Kesiapan Mitigasi dan Bantuan Lapangan
Selain menangani kebutuhan darurat saat ini, jajaran kepolisian diinstruksikan menyiapkan berbagai langkah mitigasi terpadu guna mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi. Mitigasi tersebut mencakup kesiapan pemberian bantuan teknis, pelaksanaan evakuasi warga, penyiapan lokasi pengungsian bila diperlukan, serta penanganan berbagai persoalan lain yang memerlukan kehadiran personel kepolisian di lapangan.
Penutupan Bandara Soetta Kembali Diperpanjang hingga Pukul 21.30 WIB

Di tengah upaya kesiapsiagaan aparat, Kapolri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan senantiasa waspada terhadap perkembangan situasi sebaran abu vulkanik. Warga juga diminta tidak ragu maupun sungkan menghubungi jajaran kepolisian terdekat apabila membutuhkan bantuan darurat atau pertolongan.






