Lebih dari 1,43 juta orang tercatat telah memiliki akun untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Angka ini menjadi basis data penting dalam pelaksanaan seleksi mahasiswa baru. Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025, Eduart Wolok, mengawal jalannya tahapan ini agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi seluruh calon mahasiswa di Indonesia.
Penerapan aturan seleksi saat ini mengacu pada skema baru seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru snpmb yang pertama kali diimplementasikan pada tahun akademik 2023/2024. Melalui skema baru ini, terdapat tiga jalur masuk resmi yang dapat ditempuh oleh para calon mahasiswa, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri. Perubahan ini menggantikan sistem lama di mana SNBP sebelumnya dikenal sebagai Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), sedangkan SNBT merupakan nama baru untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pada jalur SNBP, penilaian kini menitikberatkan pada minimal 50 persen nilai rata-rata rapor untuk seluruh mata pelajaran. Sementara itu, jalur SNBT tidak lagi menguji mata pelajaran tertentu secara spesifik, melainkan berfokus pada potensi kognitif, penalaran matematika, serta literasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran KIP Kuliah 2025 bagi Calon Mahasiswa Baru

Bagi siswa yang memilih jalur tes, pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK-SNBT) 2025 dijadwalkan buka mulai tanggal 11 Maret hingga 27 Maret 2025. Para peserta UTBK-SNBT hanya diperbolehkan mengikuti ujian ini sebanyak satu kali, dengan jadwal pelaksanaan ujian pada 23 April 2025. Calon peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000 yang dapat dibayarkan melalui bank mitra resmi, meliputi Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, dan BSI. Selain itu, bagi peserta yang mendaftar melalui program KIP Kuliah, pendaftaran tersebut hanya berlaku untuk pilihan program studi di PTN Kemdiktisaintek.
Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 Resmi Dibuka untuk Tiga Kategori Program

Di samping persiapan teknis ujian, evaluasi terhadap pelaksanaan seleksi juga terus dilakukan oleh pemerintah. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan penjelasan mengenai data sekitar 60 ribu calon mahasiswa yang tidak melanjutkan proses ke PTN. Angka tersebut merupakan akumulasi dari dua komponen pada tahun 2025, yaitu 42.315 daya tampung yang tidak terisi dan 17.816 peserta yang dinyatakan lolos seleksi tetapi tidak melakukan registrasi ulang. Pemerintah menegaskan bahwa data yang dievaluasi tersebut merupakan hasil dari tahun 2025, sedangkan proses seleksi untuk tahun 2026 saat ini masih berlangsung dan belum selesai sepenuhnya.






