Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah memperkuat kapasitas personel relawan kebencanaan guna memastikan respons cepat di lapangan seiring tingginya ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, membuka secara resmi Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Jumat (4/8/2026). Pelatihan ini diikuti sekitar 150 peserta terpilih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Sumarno menegaskan bahwa kecepatan tindakan para relawan dan petugas sangat menentukan dalam meminimalkan dampak kerugian materiil maupun korban jiwa. Menghadapi potensi bencana pada musim kemarau, Pemprov Jateng menyoroti kerawanan kebakaran lahan serta tempat pembuangan sampah. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau sisa vegetasi secara sembarangan di luar rumah.
Cerita Evakuasi Korban Kebakaran Paviliun Pakai Skylift, 33 Orang Berhasil Diselamatkan

Dalam kegiatan tersebut, materi pelatihan melibatkan instruktur dari Basarnas dengan fokus utama pada penguatan kapasitas pencarian dan pertolongan, termasuk kemampuan Urban Search and Rescue (Urban SAR).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah untuk periode 1 Januari hingga 30 Agustus 2026, wilayah Jateng telah mencatat 615 kejadian kebakaran. Rincian data tersebut meliputi 282 kejadian kebakaran hutan dan lahan serta 333 kejadian kebakaran gedung dan permukiman.
Pelaku Pembunuhan Mozza Axillia Ditangkap di Blora, Teman Dekat

Menurut Bergas Catursasi Penanggungan, sebagian besar kejadian kebakaran didominasi oleh area pertanian atau perkebunan yang dipicu kelalaian manusia (human error). BPBD terus bersiaga memantau deteksi titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu api dan segera bergerak memadamkan kebakaran bekerja sama dengan dinas pemadam kebakaran (Damkar) setempat.






