Pemerintah Kota Pekanbaru resmi menaikkan status penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Peningkatan status ini diputuskan menyusul eskalasi kebakaran lahan yang kian meluas, menurunnya kualitas udara, serta munculnya gangguan kesehatan pada masyarakat.
Status tanggap darurat bencana karhutla tersebut berlaku selama 14 hari ke depan hingga 7 September 2026. Sebelumnya, Kota Pekanbaru telah berada pada status siaga darurat karhutla sejak Mei 2026.
Seluruh Korban Laka Laut Pantai Karangpapak Garut Ditemukan Meninggal Dunia

Berdasarkan data pemerintah, dampak kebakaran lahan di wilayah Pekanbaru terus bertambah. Hingga kini, total luas lahan yang terbakar telah mencapai 85,09 hektare dengan catatan 150 kejadian kebakaran di berbagai titik.
Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca kering berkepanjangan. Analisis data curah hujan BMKG Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru dan Stasiun Pemantauan Rumbai Timur mencatat sejumlah kawasan di Pekanbaru mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 22 hari dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Tiga Wisatawan Terseret Arus Pantai Santolo Garut Ditemukan Meninggal Dunia

Minimnya curah hujan membuat vegetasi dan permukaan tanah mengering, terutama di kawasan lahan gambut. Selain memicu kemunculan titik api baru, kondisi lahan gambut yang kering mempercepat rambatan api dan menyulitkan petugas dalam proses pemadaman di lapangan.






