Sebanyak 170 pendaki dilaporkan masih berada di kawasan Ranu Kumbolo menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. Titik kebakaran diketahui berada di Blok Ranu Kembang, tepat di atas area perkemahan tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengonfirmasi bahwa posisi para pendaki saat ini masih berada di Ranu Kumbolo, sementara kobaran api berkobar di kawasan yang lebih tinggi. Mengantisipasi kemungkinan api merambat ke arah bawah, tim gabungan telah diberangkatkan sejak Kamis pagi untuk mengevakuasi seluruh pendaki turun dari gunung.
Kemenkes Butuh Rp 200 M untuk Bangun Ulang 2 RS yang Rusak Imbas Gempa NTT

Upaya pemadaman api di Blok Ranu Kembang terkendala medan yang sangat curam dan terjal. Isnugroho menjelaskan bahwa opsi penanganan melalui jalur udara, seperti water bombing, berpeluang dilakukan, sembari personel gabungan di darat terus menyisir dan memadamkan titik api yang masih dapat dijangkau.
Sebelum kebakaran di Blok Ranu Kembang terdeteksi pada Rabu (26/8/2026), karhutla sempat muncul di kawasan Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (25/8/2026). Api di Bukit Sentong telah dipastikan padam sepenuhnya tanpa menyisakan bara.
Kebakaran Rumah di Semarang, Dua Balita Alami Luka Bakar

Buntut kebakaran di Blok Ranu Kembang yang berada di sekitar jalur pendakian utama, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi menutup total seluruh akses pendakian Gunung Semeru sejak Rabu (26/8/2026). Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan kebijakan penutupan tersebut dituangkan dalam Surat Pengumuman Nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 dan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan demi keselamatan pengunjung.






