Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan batas waktu lima hari bagi Meta Indonesia, paling lambat Senin, 24 Agustus 2026, untuk memberikan klarifikasi tertulis terkait rentetan kasus pemblokiran akun WhatsApp di Indonesia hingga tidak bisa digunakan secara permanen. Langkah ini ditempuh melalui surat permintaan resmi yang telah dikirimkan pihak kementerian sejak 14 Agustus.
Apa alasan Komdigi menuntut penjelasan resmi dari Meta Indonesia?
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, melayangkan permintaan klarifikasi karena banyaknya laporan masyarakat mengenai akun WhatsApp yang hilang maupun terblokir secara permanen. Sejumlah akun yang terdampak teridentifikasi telah diretas oleh pihak luar dan disalahgunakan untuk menyebarkan promosi aktivitas judi online.
Apa saja poin penjelasan yang wajib dijawab Meta paling lambat Senin?
Mengenal FF Beta dan Mekanisme Akses Advance Server Free Fire Terbaru

Dalam surat permintaan klarifikasi tersebut, Komdigi menuntut Meta memberikan penjelasan tertulis mengenai tiga pokok permasalahan. Pertama, penyebab pasti di balik pemblokiran atau hilangnya akun-akun WhatsApp pengguna. Kedua, langkah penanganan yang telah dilakukan maupun yang tengah berjalan. Ketiga, status kepastian pemulihan bagi akun-akun yang terkena dampak pemblokiran tersebut.
Bagaimana pola peretasan dan pemblokiran akun yang dialami pengguna?
Berdasarkan laporan kasus yang terjadi di lapangan, sejumlah akun sempat menerima lonjakan pesan promosi judi online sebelum akhirnya terkena blokir. Salah satu korban, Mirsan S, melaporkan dua akun miliknya sempat diblokir. Pada salah satu akun, setelah berhasil dipulihkan, ditemukan indikasi bahwa akun tersebut sempat mengirimkan pesan berisi tautan judi online ke berbagai nomor tidak dikenal tanpa izin pemiliknya. Masalah serupa juga menimpa jurnalis kumparan, Aykaputri Amalia, yang akun WhatsApp miliknya turut mengalami pemblokiran.
Apa tindakan lanjutan yang diminta Komdigi kepada Meta selain surat jawaban?
Jakarta Bersholawat Digelar di Monas, Doakan Jakarta Damai dan Korban Gempa NTT

Selain menunggu respons tertulis sesuai tenggat waktu, Alexander Sabar menegaskan kewajiban Meta untuk menyediakan kanal aduan khusus bagi para pengguna yang menjadi korban peretasan maupun suspensi akun. Komdigi juga meminta perwakilan resmi Meta hadir langsung ke kantor Komdigi untuk memberikan keterangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam menyelenggarakan layanan digital yang baik bagi publik di Indonesia.
Bagaimana tanggapan dari perwakilan WhatsApp sejauh ini?
Sebelumnya, juru bicara WhatsApp Indonesia sempat memberikan pernyataan pada awal Agustus 2026 yang mengakui bahwa pihak mereka terkadang membuat kekeliruan dalam proses pemblokiran akun. Kendati demikian, Komdigi tetap menuntut pertanggungjawaban menyeluruh dan langkah nyata agar hak-hak komunikasi para pengguna di Indonesia dapat terlindungi.






