Kawasan Lapangan Irti Monumen Nasional (Monas) yang terletak di Jakarta Pusat mulai dipadati oleh jemaah menjelang berlangsungnya perhelatan Jakarta Bersholawat pada Sabtu (22/8) malam. Kegiatan keagamaan Jakarta Bersholawat ini diselenggarakan di kawasan Lapangan Irti Monas dalam rangka memperingati serta menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Jemaah yang datang berkumpul memenuhi area terbuka Lapangan Irti Monas di Jakarta Pusat tersebut guna mengikuti rangkaian acara selawat dan doa bersama dalam momentum peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, memberikan keterangan mengenai pihak pelaksana serta estimasi jumlah jemaah yang hadir. Arifin mengatakan bahwa acara Jakarta Bersholawat ini digelar oleh Majelis Nurul Musthofa dalam rangka memperingati dan menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan perkiraan yang disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, terdapat sekitar 5.000 hingga 6.000 orang yang hadir secara langsung untuk turut membersamai seluruh rangkaian kegiatan keagamaan di kawasan Lapangan Irti Monas tersebut.
Rangkaian kegiatan Jakarta Bersholawat di Lapangan Irti Monas diawali dengan pelaksanaan ibadah salat Magrib secara berjemaah oleh para jemaah dan tokoh yang hadir. Setelah pelaksanaan salat Magrib berjemaah selesai dilakukan, agenda kegiatan berlanjut dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama. Setelah membaca Surah Yasin, para jemaah kemudian melanjutkan kegiatan dengan bershalawat bersama. Setelah pembacaan Surah Yasin dan lantunan selawat dituntaskan, jemaah kemudian melaksanakan ibadah salat Isya berjemaah terlebih dahulu sebelum melangkah ke sesi acara utama.
Wali Kota Jakarta Pusat, 707 Ribu Warga Dapat KJP dan 15 Ribu Terima KJMU

Memasuki sesi acara utama, panggung Jakarta Bersholawat di Lapangan Irti Monas diisi oleh kehadiran para bintang tamu dan tokoh ulama terkemuka. Sejumlah tokoh ulama yang hadir di tengah-tengah jemaah di antaranya adalah Habib Ali Uraidy bin Jafar Assegaf, Habib Abubakar Mauladawilah, dan Habib Athos bin Jafar Assegaf. Selain para tokoh ulama tersebut, hadir pula sosok aktor yang bertindak sebagai ketua pelaksana acara Jakarta Bersholawat, yaitu Syakir Daulay, serta kehadiran penceramah Habib Muhammad bin Ali Assegaf yang turut mengisi jalannya kegiatan utama.
Dalam penyampaiannya, penceramah Habib Muhammad bin Ali Assegaf mengutarakan makna penting dari penyelenggaraan Jakarta Bersholawat di Jakarta Pusat tersebut. Habib Muhammad bin Ali Assegaf mengatakan bahwa acara Jakarta Bersholawat ini menjadi momentum berharga untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di samping menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW, Habib Muhammad bin Ali Assegaf juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penting untuk memperingati kemerdekaan Indonesia.
Calya Oleng ke Kanan Tabrak Pemotor di Bogor, 3 Orang Luka-luka

Selain melantunkan puji-pujian selawat dan mendengarkan ceramah keagamaan, perhelatan Jakarta Bersholawat di Lapangan Irti Monas ini juga diisi dengan agenda doa bersama. Kegiatan tersebut secara khusus memanjatkan doa untuk memohon kedamaian serta ketenteraman di wilayah Jakarta. Di samping mendoakan kedamaian dan ketenteraman Jakarta, kegiatan Jakarta Bersholawat ini sekaligus ditujukan untuk mendoakan warga masyarakat yang sedang terdampak oleh musibah bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).






