Pergerakan pasar aset kripto kembali mencuri perhatian investor global setelah harga Bitcoin melonjak signifikan dalam rentang waktu tujuh hari terakhir. Aset digital terbesar ini berhasil mencatatkan penguatan tajam dari posisi awal pekan lalu di kisaran US$ 62.800 (sekitar Rp 1,1 miliar) hingga menembus level penutupan US$ 76.943,90 atau setara Rp 1,3 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.694 per dolar AS. Lonjakan ini sekaligus membawa angin segar bagi saham-saham perusahaan yang terafiliasi dengan ekosistem kripto.
Berapa besar persentase kenaikan harga Bitcoin dan bagaimana dampaknya ke pasar saham terkait? Harga Bitcoin terbang 22% dalam sepekan terakhir. Kenaikan pesat pada mata uang kripto utama ini langsung memicu sentimen positif pada instrumen ekuitas terkait di bursa saham Amerika Serikat. Saham bursa kripto Coinbase tercatat menguat sebesar 8%, sementara saham Strategy turut membukukan pertambahan nilai sebesar 6% menyusul reli harga Bitcoin tersebut.
Faktor ekonomi apa yang memicu kenaikan tajam harga Bitcoin pekan ini? Reli harga Bitcoin dipicu oleh penurunan tajam pada imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Penurunan yield tersebut terjadi menyusul langkah Departemen Keuangan AS yang memperbesar aksi pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah jangka panjang. Kebijakan ini diambil guna meredakan lonjakan yield obligasi jangka panjang, yang sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran tingginya utang pemerintah AS serta masifnya penerbitan utang baru oleh korporasi teknologi raksasa. Ketika imbal hasil obligasi merosot, daya tariknya berkurang sehingga investor memindahkan modal mereka ke instrumen yang lebih berisiko, termasuk aset kripto.
Harga Box Hampers Murah Meriah Mulai Rp 4.000-an di Transmart Full Day Sale

Apakah ada sentimen regulasi yang mendorong optimisme investor? Optimisme pasar turut diperkuat oleh dorongan percepatan regulasi dari Washington. Pihak Gedung Putih bersama para pemimpin industri kripto tengah mengupayakan finalisasi rancangan undang-undang CLARITY Act dalam beberapa pekan mendatang. Kehadiran draf aturan CLARITY Act dinilai menjadi salah satu katalis kunci karena diproyeksikan mampu menghadirkan kepastian hukum dan regulasi yang jauh lebih jelas bagi operasional industri kripto ke depan.
Bagaimana perbandingan level harga Bitcoin saat ini dengan rekor-rekor sebelumnya? Meskipun berhasil menembus level US$ 76.943,90, posisi harga Bitcoin saat ini masih berada di bawah pencapaian puncaknya pada tahun 2026 yang sempat menyentuh US$ 94.820 pada pertengahan Januari. Level penutupan terkini juga masih berjarak cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) Bitcoin sebesar US$ 126.198 yang dicetak pada 6 Oktober 2025.
6 Daerah di Jatim Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Ini Daftarnya

Bagaimana proyeksi analis terhadap pergerakan harga Bitcoin ke depan? Pelaku pasar tetap mengantisipasi kemungkinan koreksi teknikal di tengah reli yang terjadi. Pendiri sekaligus Managing Partner Token Bay Capital, Lucy Gazmararian, memperkirakan pasar berpotensi mengalami fase penurunan terakhir dengan koreksi sekitar 20% agar pergerakannya selaras dengan pola siklus historis sebelum Bitcoin benar-benar memasuki fase tren penguatan (bullish) berikutnya.






