Presiden Republik Indonesia mengambil langkah langsung dengan memimpin sebuah rapat koordinasi bersama jajaran petinggi Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Pertemuan tingkat tinggi ini diselenggarakan di Istana Merdeka, yang berlokasi di Jakarta Pusat. Berdasarkan jadwal pelaksanaannya, agenda rapat tersebut berlangsung cukup lama, yakni dimulai sejak Senin sore dan baru berakhir saat memasuki waktu petang Waktu Indonesia Barat pada tanggal 28 Juli 2026. Pertemuan di istana kepresidenan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan komite tersebut untuk duduk bersama, berdiskusi, serta memastikan langkah-langkah ke depan yang berkaitan dengan kondisi sistem keuangan negara. Pengarahan langsung dari Kepala Negara menegaskan fokus utama dalam menyelaraskan pandangan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam agenda rapat yang berlangsung di Istana Merdeka tersebut, jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan diwakili oleh para pimpinan tertinggi dari masing-masing lembaga. Berdasarkan laporan resmi, deretan pejabat yang hadir secara langsung memenuhi undangan Kepala Negara meliputi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Selain perwakilan dari bank sentral tersebut, pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Anggito Abimanyu. Melengkapi formasi pimpinan otoritas yang hadir pada sore hingga petang itu, tampak pula Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan keterlibatan dari setiap elemen komite dalam merespons arahan Presiden Republik Indonesia.
UKM Tetap Resilien, Sektor Produktif Penopang Ekonomi Semester I-2026

Setelah rangkaian pertemuan yang dipimpin oleh Presiden tersebut selesai dilaksanakan, Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyempatkan diri untuk memberikan keterangan kepada para awak media. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan poin-poin utama yang menjadi komitmen bersama pascapertemuan di Istana Merdeka. Fokus utama dari pernyataan yang disampaikan adalah penegasan mengenai komitmen kuat dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh. Lebih dari itu, ia memastikan bahwa komite tersebut akan terus memberikan dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah Republik Indonesia.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Destry Damayanti memaparkan bahwa langkah paling krusial ke depan yang akan ditempuh oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan adalah dengan memperkuat aspek koordinasi. Ia menekankan bahwa di dalam internal komite itu sendiri, upaya untuk terus meningkatkan jalinan kerja sama antarlembaga merupakan sebuah keharusan. Dalam penjelasannya kepada wartawan, ia menyebutkan bahwa intinya adalah bagaimana komite ke depan terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama. Hal ini dikhususkan pada kebijakan-kebijakan di mana masing-masing lembaga memiliki kewenangan yang bisa dan mutlak harus dikoordinasikan secara bersama-sama.
Kemensos Mulai Keluarkan Penerima PKH dan Sembako dari Desil 5-10

Lebih lanjut, koordinasi antarotoritas yang tergabung di dalam komite ini dipastikan akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan guna menyelaraskan berbagai kebijakan yang menjadi kewenangan masing-masing otoritas. Destry merinci bahwa bentuk nyata dari peningkatan kerja sama ini mencakup identifikasi mengenai langkah apa saja yang bisa dioptimalkan dari setiap pihak. Secara spesifik, ia menyebutkan peningkatan peran dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, hingga Lembaga Penjamin Simpanan. Selain ketiga institusi tersebut, ia juga menegaskan bahwa Kementerian Keuangan turut menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya peningkatan koordinasi demi mendukung kebijakan pemerintah secara komprehensif.






