Komisi Pelayanan Sipil Timor-Leste melakukan kunjungan kerja ke PT TASPEN (Persero) untuk memperdalam tata kelola program jaminan sosial dan sistem pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN). Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Pusat TASPEN, Jakarta, pada Senin (24/8).
Dalam agenda tersebut, Commissioner of the Civil Service Commission Timor-Leste Jorge Paiva Ara煤jo memimpin langsung delegasi dan disambut oleh Direktur Perencanaan dan Aktuaria TASPEN Ibnu Hasyim. Kedua institusi memanfaatkan momentum ini untuk saling bertukar pengetahuan terkait sistem perlindungan masa tua birokrasi publik.
TASPEN memaparkan sejumlah praktik operasional penting, mulai dari mekanisme pembayaran dan pengelolaan manfaat pensiun ASN, langkah reformasi sistem pensiun, percepatan transformasi digital, hingga strategi peningkatan kualitas layanan bagi para peserta.
Pertamina Eco RunFest 2026 Usung Tujuh Inisiatif Keberlanjutan

Corporate Secretary TASPEN Henra menegaskan bahwa pihaknya menyambut positif keterlibatan internasional semacam ini demi mendorong penguatan sistem perlindungan sosial di kawasan regional.
"TASPEN sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan jaminan sosial dan layanan pensiun ASN," ungkap Henra dalam keterangan resmi, Rabu (26/8).
Pengalaman TASPEN dalam mengelola pensiun aparatur sipil kerap menjadi rujukan institusi serupa di tingkat regional. Badan usaha milik negara ini tercatat pernah dipercaya menjadi Ketua pertama Asian Civil Service Pension Association (ACSPA) sekaligus tuan rumah perhelatan Asian Civil Service Pension Forum (ACSPF) 2023 di Jakarta.
BNI wondrX 2026 Dikunjungi 100 Ribu Orang, Transaksi Capai Rp2,73 T

Sebelum kunjungan delegasi Timor-Leste, berbagai pengelola jaminan sosial negara tetangga juga pernah mendatangi TASPEN guna berdiskusi mengenai skema pensiun. Institusi tersebut mencakup Government Employees Pension Service (GEPS) dari Korea Selatan, Kumpulan Wang Persaraan Diperbadankan (KWAP) dari Malaysia, Tabung Amanah Pekerja (TAP) dari Brunei Darussalam, serta National Social Assistance Fund (NSAF) dari Kamboja.
Dari sisi operasional layanan domestik, TASPEN mencatatkan skor Customer Satisfaction Index (CSI) 2025 sebesar 98,7 dengan predikat Sangat Puas. Upaya modernisasi jaminan sosial ini diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, dan peningkatan pelayanan publik yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.






