Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Politik

Makna Atribut Pro Mega pada Peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli

Marthen PalutunganDiterbitkan 28 Jul 2026 - 00.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Makna Atribut Pro Mega pada Peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 27 Juli 2026, diwarnai dengan pemandangan khusus. Sejumlah kader dan fungsionaris partai terlihat mengenakan atribut bertuliskan "Pro Mega". Atribut tersebut hadir dalam bentuk kemeja maupun ikat kepala. Salah satu tokoh yang tampak mengenakan kemeja dengan tulisan tersebut adalah Muhammad Prananda Prabowo, yang menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital sekaligus Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
, juga hadir dan menyampaikan pidato dalam peresmian Monumen Kudatuli pada hari yang sama.

Kehadiran atribut "Pro Mega" di lingkungan internal partai mengundang penjelasan dari jajaran pengurus. Ketua DPP PDIP Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Andreas Hugo Pareira, memberikan klarifikasi bahwa pemakaian identitas tersebut sama sekali bukan penanda lahirnya sebuah faksi atau gerakan baru di dalam struktur partai saat ini. Penggunaan ikat kepala dan kemeja tersebut murni sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap sejarah perjuangan para pendukung Megawati Soekarnoputri pada masa pemerintahan Orde Baru. Menurut Andreas, kelompok Pro Mega memiliki akar sejarah yang kuat dalam mempertahankan idealisme politik mereka melawan tekanan penguasa.

Lebih jauh, Andreas menceritakan rekam jejak historis dari kelompok tersebut. Istilah Pro Mega atau PDI Pro Mega merujuk pada gerombolan massa militan yang berasal dari akar rumput. Kelompok pendukung ini mulai muncul dan mengkonsolidasikan diri pada pertengahan dekade 1990-an, tepatnya setelah pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Surabaya pada tahun 1993. Basis massa ini memilih untuk tetap bertahan mendukung Megawati Soekarnoputri dengan sikap gagah berani dan pantang menyerah, meskipun harus berhadapan langsung dengan rezim pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto pada masa itu.

Baca Juga

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan RI

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan RI

Tekanan dari rezim Orde Baru terhadap kelompok militan ini mencapai titik puncaknya pada tanggal 27 Juli 1996, yang kemudian dikenal luas sebagai Tragedi Kudatuli. Peristiwa tersebut merupakan penyerbuan paksa terhadap Kantor DPP PDI yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Alih-alih menyurutkan langkah, peristiwa berdarah ini justru menjadi bukti nyata ketahanan daya juang PDI Pro Mega. Andreas menegaskan bahwa perlawanan terhadap kelaliman Orde Baru tersebut pada akhirnya membawa perubahan besar bagi perjalanan bangsa, yakni mendorong lahirnya era Reformasi pada tahun 1998 yang ditandai dengan mundurnya Soeharto dari kursi kekuasaan.

Gerakan akar rumput Pro Mega ini tidak berhenti pada era Reformasi saja. Kelompok inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya PDI Perjuangan. Partai baru ini langsung menorehkan sejarah dengan memenangi Pemilu 1999, yang merupakan pemilihan umum pertama setelah tumbangnya rezim Orde Baru. Oleh karena itu, Andreas menekankan bahwa pemakaian kembali atribut ikat kepala Pro Mega pada peringatan 30 tahun Kudatuli adalah untuk mengenang heroisme para kader akar rumput. Mereka adalah sosok-sosok yang berani berjuang membela kebenaran tiga dekade silam. Ia menegaskan sikap partai dengan menyatakan bahwa mereka tidak pernah melupakan sejarah tersebut.

Baca Juga

Laba Bersih Indosat Melonjak Jadi Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026

Laba Bersih Indosat Melonjak Jadi Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026

Pandangan serupa juga diutarakan oleh Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo. Ia menanggapi fenomena penggunaan atribut lawas tersebut sebagai sebuah pengingat akan konstelasi politik masa lalu. Menurutnya, tulisan tersebut secara langsung mengingatkan pada posisi kader saat terjadinya insiden penyerbuan kantor partai, yang secara tegas membelah kelompok menjadi kubu Pro Mega berhadapan dengan kubu Pro Suryadi. Berdasarkan catatan resmi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), tragedi penyerbuan yang menjadi salah satu momentum penting pengawal gerakan Reformasi 1998 itu telah mengakibatkan lima orang meninggal dunia, 149 orang mengalami luka-luka, dan 23 orang lainnya dinyatakan hilang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PDIPGanjar PranowoKudatuliMegawati SoekarnoputriOrde BaruPrananda Prabowo

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap