PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung resmi memulai langkah awal pengkajian rencana pengembangan perkeretaapian di Bali. Upaya penjajakan ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Rencana Pengembangan Perkeretaapian di Provinsi Bali pada Selasa (1/9/2026).
Dokumen kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Kerja sama lintas pihak ini difungsikan sebagai wadah koordinasi untuk menyiapkan kajian komprehensif mengenai potensi perkeretaapian di Pulau Dewata.
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Berlaku selama lima tahun ke depan sejak penandatanganan, kesepakatan bersama ini memuat ruang lingkup kerja yang mencakup inventarisasi data dan informasi, penyusunan kajian kelayakan (feasibility study) dan/atau Detail Engineering Design (DED), integrasi antarmoda transportasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, ketiga pihak akan mengoordinasikan rencana ini dengan kementerian, lembaga, badan usaha, dan pemangku kepentingan terkait sebelum ditindaklanjuti menjadi Perjanjian Kerja Sama sesuai kewenangan masing-masing.
Rencana penjajakan moda transportasi rel ini bergulir di tengah peningkatan mobilitas masyarakat dan penguatan ekonomi Bali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pertumbuhan ekonomi Bali pada Kuartal II 2026 mencapai 5,78 persen secara tahunan, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku menembus Rp89,27 triliun. Lapangan usaha penyediaan akomodasi serta makan dan minum mencatatkan peran dominan dengan kontribusi 21,91 persen.
5 Tewas usai Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami

Lonjakan aktivitas pergerakan orang di Bali juga tecermin dari data kedatangan dan keberangkatan penumpang. BPS mencatat kunjungan langsung wisatawan mancanegara ke Bali pada Juni 2026 berada di angka 605.013 kunjungan, naik 4,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 578.251 kunjungan. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional dari Bali pada Juni 2026 mencapai 650.838 orang atau naik 4,93 persen secara bulanan, dan keberangkatan penerbangan domestik menyumbang 329.891 penumpang atau tumbuh 4,68 persen dibandingkan Mei 2026.






