PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham dengan nilai total mencapai sekitar Rp6,16 triliun. Keputusan emiten perbankan pelat merah bersandi BMRI tersebut menjadi salah satu penggerak utama perhatian pelaku pasar modal di tengah konsolidasi indeks saham domestik.
Pada perdagangan Senin (7/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 0,25% ke posisi 6.619,67. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp590,18 miliar di pasar reguler dan Rp678,54 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, sektor Financials mengalami tekanan terdalam dengan koreksi 0,76%, sementara sektor Industrials berhasil menguat 1,25%. Di panggung global, bursa saham Wall Street di Amerika Serikat libur pada awal pekan karena peringatan Labor Day dan dijadwalkan kembali aktif bertransaksi pada Selasa (8/9/2026).
Rincian Dividen BMRI dan Kinerja Saham Unggulan
Dividen interim yang dialokasikan Bank Mandiri merefleksikan rasio pembayaran (dividend payout ratio) sebesar 20,26% dari perolehan laba bersih perseroan sepanjang semester I 2026. Mengacu pada harga penutupan saham BMRI di level Rp4.390 per saham pada Senin (7/9/2026), imbal hasil dividen (dividend yield) yang ditawarkan berada di kisaran 1,50%.
Morgan Stanley Serok Rp 547 Miliar Saham GOTO di Harga Rp25

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, periode cum date dividen BMRI di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 15 September 2026. Adapun distribusi atau pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham yang berhak akan dilaksanakan pada 2 Oktober 2026.
Penguatan Kinerja DMAS dan Peluang Ekspansi MPXL
Selain sektor perbankan, sorotan pasar tertuju pada kinerja emiten pengembang kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS). Perseroan berhasil merealisasikan prapenjualan (presales) senilai Rp1,15 triliun pada paruh pertama 2026, yang berarti telah mencakup 55% dari target setahun penuh sebesar Rp2,08 triliun.
5 Tewas usai Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami

Permintaan lahan industri yang dihimpun DMAS mencapai sekitar 85 hektare. Mayoritas minat tersebut didominasi oleh sektor data center, yang menyerap sekitar 75% atau setara 64 hektare dari total permintaan. Posisi cadangan lahan (land bank) DMAS per 30 Juni 2026 tercatat sekitar 581 hektare, terbagi atas 357 hektare lahan komersial, 164 hektare lahan residensial, dan 60 hektare lahan industri.
Di sektor transportasi dan logistik, PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) membukukan pertumbuhan pendapatan pada semester I 2026 sebesar 28,80% secara tahunan menjadi Rp73,12 miliar, naik dari capaian semester I 2025 yang tercatat Rp56,77 miliar. Segmen jasa ekspedisi menjadi penopang pendapatan terbesar dengan raihan Rp50,98 miliar atau tumbuh 54,50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut diimbangi langkah strategis MPXL yang kini mempersiapkan ekspansi armada pengangkutan batu bara menggunakan kapal tongkang dengan target realisasi operasional pada 2027.






