Sebanyak tujuh orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah ledakan dahsyat mengguncang kompleks militer di Viacha, Bolivia, sekitar 30 kilometer dari ibu kota La Paz. Menteri Kesehatan Bolivia Marcela Flores mengonfirmasi bahwa 84 orang telah menerima perawatan medis pascainsiden, dengan 31 pasien di antaranya hingga kini masih menjalani rawat inap di rumah sakit.
Selain korban meninggal dan luka, operasi pencarian masih terus berlangsung di area pangkalan. Komandan Angkatan Darat Bolivia Hector Alarc贸n menyatakan bahwa tim gabungan masih mencari tujuh personel yang dilaporkan hilang di lokasi reruntuhan.
Kasus Cuci Uang "Raksasa" Rp42 T, Barang Mewah Rp2,5-54 M Dilelang

Peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Jumat, 4 September, sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 GMT). Titik ledakan berasal dari area fasilitas yang digunakan untuk menyimpan material piroteknik dan bahan peledak militer.
Mengenai pemicu insiden, otoritas gabungan masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pastinya. Namun, Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengindikasikan bahwa tragedi tersebut diduga merupakan kecelakaan operasional yang berkaitan dengan prosedur penanganan amunisi dan bahan peledak di dalam pangkalan.
Tok! DPR Setuju Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun, Ini Rinciannya

Menindaklanjuti musibah ini, Angkatan Bersenjata Bolivia tengah meninjau ulang seluruh protokol keselamatan guna menjamin perlindungan personel serta warga yang bermukim di sekitar fasilitas militer. Pemerintah Bolivia juga secara resmi menetapkan masa berkabung nasional dan mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak mempolitisasi peristiwa tersebut.






