Ratusan barang mewah hasil sitaan dari kasus pencucian uang senilai 3 miliar dolar Singapura (sekitar Rp42 triliun) di Singapura resmi mulai dilelang secara daring. Deretan aset berupa perhiasan berlian hingga tas rancangan desainer ternama kini dibuka untuk penawaran publik dari berbagai negara melalui rumah lelang Hotlotz.
Secara keseluruhan, terdapat 624 barang sitaan yang ditawarkan ke pasar. Koleksi tersebut terdiri dari 286 perhiasan dan 338 tas mewah yang terbagi ke dalam dua sesi lelang, yakni "Luxury Handbags & Accessories" serta "Fine Jewellery Part One". Kedua sesi lelang tersebut diperkirakan mampu menghimpun total dana antara 2,9 juta hingga 3,9 juta dolar Singapura, atau berkisar Rp40,4 miliar hingga Rp54,3 miliar.
Sesi lelang tas dan aksesori dijadwalkan berakhir pada 20 September 2026, sedangkan sesi perhiasan akan ditutup pada 27 September 2026.
Tok! DPR Setuju Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun, Ini Rinciannya

Berlian Bernilai Tinggi dan Tas Edisi Khusus
Dalam daftar lot yang dilelang, sebuah cincin berlian "fancy yellow" 15,02 karat tercatat memiliki harga pembukaan tertinggi, yakni 180.000 dolar Singapura (sekitar Rp2,51 miliar). Lot perhiasan lainnya meliputi dua gelang berlian Hermes Kelly serta cincin berlian karya Cartier dan Graff, dengan rentang harga pembukaan mulai dari 30.000 hingga 80.000 dolar Singapura (sekitar Rp417,6 juta hingga Rp1,11 miliar).
Untuk kategori tas, penawar dapat menemukan koleksi empat tas mini Chanel edisi "Success Story" keluaran 2020 yang dirilis untuk mengenang mantan direktur kreatif Karl Lagerfeld, dengan harga pembukaan 10.000 dolar Singapura (sekitar Rp139,2 juta). Nilai pembukaan yang sama juga ditetapkan untuk tas kulit monogram edisi terbatas Louis Vuitton x Yayoi Kusama Pumpkin Bag.
Ketentuan Penawaran dan Pengalihan Dana
Proses lelang daring ini memberlakukan aturan perpanjangan waktu otomatis selama lima menit apabila terdapat penawaran baru yang masuk pada lima menit terakhir sebelum waktu penutupan lot. Perpanjangan tersebut akan terus berjalan hingga tidak ada lagi tawaran baru dalam rentang lima menit penuh.
Pemerintah Lanjutkan Penyaluran Bantuan Beras hingga Desember 2026

Selain nilai penawaran akhir, pihak rumah lelang Hotlotz menerapkan biaya premi pembeli (buyer's premium) sebesar 20 persen yang sudah mencakup pajak barang dan jasa (GST) Singapura, dengan opsi pembebasan pajak bagi pembeli internasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Seluruh aset mewah tersebut sebelumnya diserahkan oleh Kepolisian Singapura kepada kantor audit Deloitte pada Agustus tahun lalu untuk menjalani tahapan likuidasi. Terkait peruntukan hasil lelang, Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam sebelumnya menegaskan di hadapan parlemen bahwa seluruh dana yang diperoleh dari penjualan aset sitaan kasus ini akan disetorkan langsung ke rekening utama pemerintah, yakni Consolidated Fund.






