Kepolisian Resor Banyuasin mengungkap motif di balik kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap kakak beradik berinisial RN dan AY di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Peristiwa tragis yang sempat menggegerkan warga ini terungkap setelah kerangka kedua korban ditemukan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pihak kepolisian, aksi pembunuhan berencana yang disertai tindak pemerkosaan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati pelaku terhadap orang tua korban.
Pengakuan Pelaku dan Motif Dendam
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menjelaskan bahwa motif sakit hati tersebut mendorong pelaku merencanakan aksi kejahatan terhadap kedua korban hingga berujung maut.
"Dari pemeriksaan awal pengakuan pelaku karena sakit hati terhadap orang tua korban, sehingga korban nekat merencanakan pembunuhan tersebut dan memperkosa korban," ungkap AKBP Risnan Aldino saat memberikan keterangan.
Baleg Setuju RUU Reforma Agraria Jadi Usul Inisiatif DPR, Dibawa ke Paripurna

Dalam pengusutan perkara ini, kepolisian telah mengamankan dua orang terduga pelaku. Keduanya adalah Rendi Saputra (28), warga Kenten Laut, Banyuasin, serta Andika, warga Talang Kelapa, Banyuasin.
Kronologi Penangkapan Pelaku
Kedua tersangka berhasil diringkus tim kepolisian di dua lokasi terpisah pada Minggu (6/9). Penangkapan berlangsung cepat, yakni sekitar tiga jam setelah penemuan kerangka kedua korban dilaporkan.
Dalam proses penangkapan di lapangan, aparat kepolisian terpaksa melayangkan tindakan tegas terhadap salah satu pelaku. Tindakan tersebut diambil petugas lantaran pelaku berusaha melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Guru di Jombang Diduga Perkosa Siswinya 13 Kali, Polisi Selidiki

Pemeriksaan Intensif Satreskrim
Saat ini, Rendi Saputra dan Andika masih menjalani proses pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuasin. Penyidik terus mendalami keterangan kedua pelaku dan menghimpun barang bukti tambahan di lapangan.
Langkah pendalaman tersebut dilakukan untuk mengungkap secara utuh bentuk hubungan antara para pelaku dengan orang tua korban, sekaligus memperjelas pemicu rasa sakit hati yang menjadi motif utama aksi pembunuhan berencana tersebut.






