Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas untuk membahas kesiapan pemerintah dalam menghadapi dampak El Nino serta mempersiapkan berbagai program bantuan bagi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menginstruksikan agar penyaluran bantuan pangan beras dilanjutkan hingga akhir tahun.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Airlangga usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (7/9/2026). Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan bantuan beras yang telah berjalan hingga September untuk diperpanjang selama tiga bulan berikutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember.
Perpanjangan Bantuan Beras
Berdasarkan keterangan pemerintah, bantuan beras yang telah disalurkan kepada masyarakat sampai dengan bulan September tercatat sebanyak 30 kg. Mengikuti arahan terbaru dari Presiden Prabowo, distribusi bantuan pangan ini akan diteruskan pada Oktober, November, hingga Desember guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Prabowo Instruksikan Himbara Jemput Bola Buatkan Rekening untuk Semua Warga

Langkah perpanjangan program ini menjadi bagian dari kesiapan menyeluruh pemerintah dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim dan kekeringan akibat El Nino terhadap ketahanan masyarakat.
Pemantauan Dampak Erupsi Gunung Berapi
Di samping kesiapan menghadapi El Nino, pemerintah juga tengah memonitor dampak dari letusan 5 hingga 6 gunung berapi yang terjadi di Indonesia. Erupsi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat di wilayah terdampak yang dilaporkan sangat berkurang.
Pemerintah Lanjutkan Penyaluran Bantuan Beras hingga Desember 2026

Airlangga menuturkan bahwa di daerah-daerah yang terdampak erupsi dipastikan terjadi kontraksi ekonomi. Saat ini, pemerintah masih terus memantau program-program apa saja yang terkena dampak di berbagai provinsi terkait.
Selain memicu kontraksi ekonomi daerah, bencana letusan gunung berapi tersebut turut mengganggu kelancaran distribusi logistik. Gangguan logistik sudah terjadi di sektor penerbangan, yang erat kaitannya dengan pengangkutan kargo. Pemerintah pun terus memantau situasi dan perkembangan di lapangan untuk melihat berapa lama penutupan sektor penerbangan harus diberlakukan.






