Tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap sektor keuangan mencatatkan lonjakan signifikan. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional telah menyentuh angka 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada di posisi 93,61 persen. Capaian ini resmi melampaui sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 lebih cepat tiga tahun dari jadwal yang ditetapkan.
Dalam target RPJMN 2025–2029, pemerintah sebelumnya memproyeksikan indeks literasi keuangan baru mencapai 69,35 persen dan inklusi keuangan sebesar 93 persen pada akhir periode 2029. Survei yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) ini mengonfirmasi bahwa kedua target tersebut berhasil ditembus pada 2026.
Dorongan Masif Edukasi dan Platform Digital
Percepatan capaian indeks tersebut didorong oleh serangkaian program edukasi yang digelar secara intensif di berbagai wilayah. Sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, OJK tercatat telah menggelar 3.557 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti langsung oleh 12.245.054 peserta.
Prabowo Instruksikan Himbara Jemput Bola Buatkan Rekening untuk Semua Warga

Saluran edukasi digital turut memperluas jangkauan pemahaman keuangan masyarakat. Platform Sikapi Uangmu telah merilis 260 konten edukasi yang menghimpun 2.575.295 penayangan (views). Sementara itu, fasilitas daring Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) mencatatkan 21.436 pengguna baru dengan penerbitan 14.276 sertifikat kelulusan modul pembelajaran.
Selain kanal digital, penguatan jaringan duta turut mendongkrak literasi di tingkat akar rumput. Melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK Peduli) yang berlangsung sejak April 2025 hingga Agustus 2026, sebanyak 51.107 duta literasi keuangan telah terkumpul dari kalangan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), kelompok prioritas, dan mahasiswa.
Danantara Tepis Isu Kredit Macet, Pinjaman Dijamin Negara Pasti Aman

Perluasan Program hingga Tingkat Daerah
Ekspansi edukasi skala besar juga didorong lewat program Gencarkan. Dari 1 Januari hingga 23 Agustus 2026, program ini menyelenggarakan 41.105 kegiatan yang menjangkau sekitar 171 juta peserta di 82,49 persen kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Kegiatan tatap muka langsung juga menyasar generasi muda di berbagai forum komunitas dan sekolah. Edukasi literasi keuangan sempat digelar bagi peserta Jambore Nasional 12 di Bumi Perkemahan Cibubur pada 15–18 Agustus 2026. Selanjutnya, kegiatan edukasi terpadu juga dilaksanakan dalam rangka puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) serta Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jawa Barat, pada 28 Agustus 2026.






