Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerjunkan tim dokter spesialis untuk menangani warga yang terdampak paparan asap akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kota Surakarta. Layanan kesehatan tersebut menyasar masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, terutama yang mulai mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga keluhan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).
Penanganan medis bergerak melalui tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dipusatkan di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Posko layanan ini memberikan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis bagi warga sekitar yang terpapar polusi asap kebakaran sejak peristiwa tersebut terjadi.
Keluhan kesehatan dilaporkan mulai dirasakan masyarakat sejak hari kedua kebakaran. Sejumlah warga, termasuk kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit penyerta, mengalami batuk, pilek, hingga sesak napas. Fitri, seorang warga Mojosongo, menuturkan bahwa gangguan pernapasan tersebut mulai meluas di permukiman dekat TPA, dengan anggota keluarganya turut mengalami gejala batuk dan pilek.
Warga Jakarta Mulai Buru Masker Imbas Abu Anak Krakatau

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta, Hartanto, mengonfirmasi sejumlah warga datang berkonsultasi akibat radang tenggorokan, batuk, dan sesak napas pada pemeriksaan Sabtu (5/9). Menurutnya, penanganan jangka pendek berupa pemberian obat langsung dilakukan di lokasi bagi warga bergejala ringan hingga sedang. Apabila ditemukan kondisi yang memburuk, pasien akan langsung dirujuk ke rumah sakit guna perawatan lebih intensif.
Tim medis juga mengimbau warga di sekitar lokasi kebakaran untuk menerapkan langkah pencegahan mandiri. Warga disarankan menjaga sirkulasi udara di dalam rumah tetap tertutup dari asap dan debu, menyalakan pemurni udara (air purifier) jika tersedia, serta senantiasa mengenakan masker medis saat beraktivitas baik di dalam maupun di luar ruangan.
Abu Anak Krakatau Sampai di Bogor, Warga, Bangun Tidur Ngeres Banget Lantai

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung area TPA Putri Cempo serta memantau posko layanan Speling. Pihaknya menginstruksikan tenaga medis dari RSUD dr Moewardi untuk memprioritaskan pemantauan kesehatan paru dan saluran napas warga terdampak.
Selain tim Speling dari RSUD dr Moewardi dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta, petugas kesehatan disiagakan di sekitar lokasi kebakaran TPA Putri Cempo selama 24 jam. Langkah mitigasi lingkungan turut diperkuat dengan pengerahan mobil uji kualitas udara dari Kementerian Lingkungan Hidup guna memantau tingkat pencemaran udara di kawasan tersebut.






