Pasar ekspor durian ke China terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), China menyerap sekitar 95 persen dari total ekspor durian global sepanjang tahun 2020 hingga 2022. Lonjakan ini kian terlihat pada tahun 2025, ketika negeri tirai bambu tersebut mengimpor sebanyak 1,87 juta ton durian segar dengan nilai mencapai USD 7,5 miliar. Untuk menangkap peluang besar ini, Malaysia terus memperluas area perkebunannya. Pada tahun 2024, luas lahan perkebunan durian di Malaysia telah mencapai 92.100 hektare, mencatat kenaikan hampir 40 persen dibandingkan dengan tahun 2016. Sejalan dengan perluasan lahan, volume produksi durian di negara tersebut juga tumbuh hampir 90 persen hingga menyentuh angka 568.800 ton.
Meskipun Malaysia memiliki varietas premium yang sangat diminati di pasar global, seperti Musang King dan Black Thorn, negara ini harus bersaing ketat dengan tetangganya. Saat ini, Thailand dan Vietnam masih mendominasi pasar ekspor durian ke China. Perjalanan ekspor durian Malaysia ke China sendiri terus berkembang; dimulai dengan pengiriman durian beku utuh pada tahun 2019, yang kemudian diikuti dengan izin masuknya durian segar pada tahun 2024. Sebagai gambaran harga di tingkat petani, durian Musang King Kelas A dari kebun milik Stephen Chow dihargai setara dengan USD 8,6 per kilogram dalam mata uang lokal pada awal Juli.








