Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

OJK Nyatakan Perusahaan Pinjaman Daring Dapat Gunakan AI untuk Analisis Kredit

Uria KilaDiterbitkan 9 Agu 2026 - 01.28 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
OJK Nyatakan Perusahaan Pinjaman Daring Dapat Gunakan AI untuk Analisis Kredit
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan informasi penting mengenai perkembangan teknologi di sektor keuangan digital. OJK menyatakan bahwa perusahaan penyelenggara pinjaman daring (pindar) kini diperbolehkan untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam menjalankan kegiatan operasional mereka. Secara khusus, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini diarahkan untuk mendukung proses analisis kelayakan kredit dari calon nasabah. Pengumuman ini disampaikan di Jakarta pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pengembangan industri keuangan oleh regulator.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman. Menurut penjelasan Agusman, integrasi teknologi kecerdasan buatan diharapkan mampu memberikan dukungan yang signifikan terhadap efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan pinjaman daring. Secara lebih rinci, terdapat beberapa proses utama dalam operasional pindar yang dapat memanfaatkan teknologi AI ini. Proses-proses tersebut meliputi penilaian skor kredit (credit scoring), deteksi tindakan kecurangan atau penipuan (fraud detection), serta pemantauan portofolio (portfolio monitoring) secara berkala.

Meskipun penggunaan kecerdasan buatan memberikan berbagai kemudahan operasional, Agusman memberikan catatan penting bagi seluruh pelaku industri. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK tersebut menegaskan bahwa para pelaku jasa keuangan di sektor pinjaman daring wajib memastikan bahwa penggunaan AI dilakukan secara transparan. Tidak hanya transparan, seluruh proses pengambilan keputusan yang melibatkan kecerdasan buatan juga harus dipastikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik oleh pihak penyelenggara. Aspek transparansi dan akuntabilitas ini menjadi hal mendasar yang tidak boleh diabaikan oleh pelaku industri.

Baca Juga

Transmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Diskon AC Split 1PK Capai Rp 1,7 Juta

Transmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Diskon AC Split 1PK Capai Rp 1,7 Juta

Lebih lanjut, OJK menjelaskan bahwa penerapan teknologi kecerdasan buatan ini tidak bersifat seragam bagi seluruh pelaku industri. Agusman menerangkan bahwa pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, harus disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat kesiapan dari masing-masing penyelenggara pinjaman daring. Setiap perusahaan memiliki kapasitas yang berbeda-beda, sehingga kesiapan infrastruktur dan sumber daya menjadi penentu utama. Kendati disesuaikan dengan kesiapan masing-masing, OJK mengingatkan agar para penyelenggara pindar tetap memperhatikan tata kelola yang baik dan manajemen risiko dalam setiap tahapan implementasi teknologi AI tersebut.

Untuk memastikan keberlangsungan bisnis yang aman dan berkelanjutan, OJK juga menekankan pentingnya penguatan sistem mitigasi risiko oleh para penyelenggara pinjaman daring. Menurut Agusman, penguatan mitigasi risiko dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini sangat krusial agar seluruh kegiatan usaha dapat berjalan dengan aman dan meminimalkan potensi masalah di masa mendatang. Salah satu langkah konkret yang perlu dilakukan oleh penyelenggara pindar untuk memperkuat mitigasi tersebut adalah melalui optimalisasi pengendalian internal di dalam perusahaan. Melalui pengendalian internal yang ketat, risiko-risiko yang muncul dari pemanfaatan AI dapat dikelola secara optimal.

Baca Juga

Pemerintah Lepas Ekspor Mineral Rp 2,2 Triliun dari Pontianak Usai Hambatan Aturan Terurai

Pemerintah Lepas Ekspor Mineral Rp 2,2 Triliun dari Pontianak Usai Hambatan Aturan Terurai

Secara keseluruhan, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan ini menunjukkan komitmen regulator dalam mendukung inovasi teknologi di sektor keuangan, khususnya bagi industri pinjaman daring. Dengan memperbolehkan penggunaan Artificial Intelligence untuk analisis kelayakan kredit, credit scoring, deteksi fraud, dan pemantauan portofolio, OJK membuka peluang bagi peningkatan efisiensi operasional. Namun, semua itu harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang kuat. Pengendalian internal yang kokoh menjadi kunci utama bagi penyelenggara pindar dalam memanfaatkan AI secara aman demi menjaga stabilitas industri jasa keuangan nasional.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ojkPinjaman Daringartificial intelligenceAgusman

Berita Terbaru Lainnya

Transmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Diskon AC Split 1PK Capai Rp 1,7 JutaPemerintah Lepas Ekspor Mineral Rp 2,2 Triliun dari Pontianak Usai Hambatan Aturan TeruraiHarga Minyak Melonjak Imbas Perang AS-Iran, ExxonMobil dan Chevron Raup Laba BesarPerjalanan Djoko Susanto Membangun Gurita Bisnis Alfamart dari Warung KelontongBank Jatim dan ASBANDA Bedah Strategi Sinergi KUB BPD yang Saling MenguntungkanKecerdasan Buatan Picu PHK, Standard Chartered Pangkas Lebih dari 7.000 KaryawanRuben Amorim Kagum atas Dukungan Milanisti Indonesia Usai Laga Kontra Chelsea di GBKPrakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Dinamika Atmosfer dan Potensi Hujan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026