Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Harga Minyak Melonjak Imbas Perang AS-Iran, ExxonMobil dan Chevron Raup Laba Besar

Togar SiregarDiterbitkan 9 Agu 2026 - 02.22 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Melonjak Imbas Perang AS-Iran, ExxonMobil dan Chevron Raup Laba Besar
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa raksasa minyak asal Amerika Serikat, ExxonMobil dan Chevron, berhasil meraup keuntungan dalam jumlah yang sangat besar. Lonjakan laba yang sangat signifikan ini dipicu oleh adanya kenaikan tajam harga minyak global. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di wilayah Timur Tengah. Akibat konflik bersenjata tersebut, terjadi keterbatasan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang mengakibatkan harga minyak mentah dunia melonjak hingga lebih dari 40% sepanjang tahun ini.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

ExxonMobil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat kuat pada periode kuartal II-2026. Sepanjang kuartal kedua tahun 2026 tersebut, Exxon berhasil mencatatkan keuntungan sebesar US$ 14,5 miliar atau setara dengan Rp 259,5 triliun. Dengan perolehan laba tersebut, raksasa minyak ini menghasilkan sekitar US$ 160 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun per hari selama kuartal II-2026. Pendapatan Exxon pada kuartal II-2026 ini tercatat dua kali lipat dari pendapatan tahun sebelumnya dan merupakan perolehan tertinggi sejak perang Rusia-Ukraina pada tahun 2022 lalu.

Sementara itu, Chevron yang merupakan perusahaan minyak terbesar kedua di Amerika Serikat juga membukukan keuntungan yang sangat besar pada periode yang sama. Chevron mencatatkan laba bersih mencapai US$ 12,1 miliar atau setara dengan Rp 216,5 triliun pada kuartal II-2026. Keuntungan yang diperoleh oleh Chevron ini mengalami peningkatan yang sangat drastis, yaitu lebih dari empat kali lipat jika dibandingkan dengan laba bersih kuartal kedua pada tahun sebelumnya. Pada kuartal II tahun lalu, Chevron tercatat memperoleh keuntungan sebesar US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 44,7 triliun.

Baca Juga

Cuaca Ekstrem Kepung New York, Suhu Panas Menyengat Disusul Ancaman Banjir Bandang

Cuaca Ekstrem Kepung New York, Suhu Panas Menyengat Disusul Ancaman Banjir Bandang

Peningkatan keuntungan Chevron yang sangat signifikan ini juga didukung oleh pemulihan di sektor bisnis hilirnya, yang mencakup operasional kilang-kilang minyak milik perusahaan tersebut. Bisnis hilir Chevron berhasil mencatatkan kinerja positif dengan berbalik dari kerugian sebesar US$ 817 juta atau sekitar Rp 14,6 triliun pada tahun lalu menjadi keuntungan sebesar US$ 4,9 miliar atau setara dengan Rp 87,6 triliun pada kuartal II-2026.

Mengenai kondisi kapasitas industri minyak global saat ini, Andy Lipow memberikan pandangan dan analisisnya. Andy Lipow, yang menjabat sebagai presiden dari Lipow Oil Associates, memperkirakan bahwa dunia saat ini telah kehilangan sekitar 6 hingga 7 juta barel kapasitas penyulingan minyak per hari. Keterbatasan kapasitas penyulingan global ini menjadi salah satu faktor penentu yang memengaruhi dinamika industri minyak di tengah situasi perang di Timur Tengah yang membatasi pasokan energi dunia.

Baca Juga

Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Penerbangan Jet Berbadan Sedang Mulai 14 Agustus 2026

Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Penerbangan Jet Berbadan Sedang Mulai 14 Agustus 2026

Tidak hanya perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat saja yang mencatatkan keuntungan besar, raksasa energi global lainnya seperti Shell juga melaporkan hasil positif yang serupa. Shell berhasil menghasilkan keuntungan hampir mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 178,97 triliun pada kuartal lalu. Keuntungan yang diperoleh Shell tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan keuntungan yang mereka dapatkan pada tahun sebelumnya. Selain itu, laba yang diperoleh Shell pada kuartal lalu tersebut juga tercatat menjadi perolehan laba kuartalan tertinggi kedua sepanjang sejarah berdirinya perusahaan tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

harga minyakExxonMobilChevron

Berita Terbaru Lainnya

Cuaca Ekstrem Kepung New York, Suhu Panas Menyengat Disusul Ancaman Banjir BandangBandara Husein Sastranegara Siap Layani Penerbangan Jet Berbadan Sedang Mulai 14 Agustus 2026Bareskrim Polri Bongkar Produksi Vape Etomidate di Kamar Kos Kemang, 176 Cartridge DisitaKebakaran Meluas di Kaldera, Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup TotalKarhutla Terus Berulang, Anggota DPR Desak Kementerian Kehutanan Perkuat MitigasiTransmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Diskon AC Split 1PK Capai Rp 1,7 JutaPemerintah Lepas Ekspor Mineral Rp 2,2 Triliun dari Pontianak Usai Hambatan Aturan TeruraiPerjalanan Djoko Susanto Membangun Gurita Bisnis Alfamart dari Warung Kelontong

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026