Kota metropolitan New York menghadapi ancaman cuaca ganda akibat gelombang panas ekstrem dan risiko banjir bandang yang datang secara bersamaan. Kondisi ini melanda New York City pada pekan pertama Agustus 2026. Pemerintah kota telah mengaktifkan rencana tanggap darurat setelah suhu udara melonjak drastis dengan kelembapan tinggi, yang segera disusul oleh peringatan badai petir serta hujan deras.
Gelombang panas yang melanda New York City pada Jumat, 7 Agustus 2026, memicu dikeluarkannya peringatan panas di lima wilayah kota. Peringatan ini berlaku sejak Kamis pukul 11.00 hingga Sabtu pukul 20.00 waktu setempat. Tingginya tingkat kelembapan udara membuat suhu yang dirasakan oleh tubuh menembus angka 37,8 derajat Celsius atau sekitar 100 derajat Fahrenheit. Senior Meteorolog AccuWeather Brian Thompson menjelaskan bahwa kelembapan pada Kamis tersebut tergolong sangat tropis, menyerupai kondisi udara yang biasa ditemui di kawasan Karibia. Meskipun suhu tertinggi untuk beberapa hari ke depan diperkirakan berada di kisaran 32 derajat Celsius, kelembapan ekstrem membuat cuaca terasa jauh lebih menyengat.








