Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia Tinggalkan Warisan Kebijakan Sistem Pembayaran

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 28 Jul 2026 - 12.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia Tinggalkan Warisan Kebijakan Sistem Pembayaran
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Kepemimpinan di bank sentral nasional resmi berganti arah. Perry Warjiyo memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam sebuah konferensi pers bersama Anggota Dewan Gubernur BI di Kantor Bank Indonesia pada Senin, 27 Juli.

Mundurnya Perry dari kursi nomor satu di Bank Indonesia terjadi pada saat perekonomian menghadapi tantangan nilai tukar. Saat ini, kurs rupiah masih berada dalam tren pelemahan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat, bahkan nilainya kembali bergerak mendekati level Rp 18.000 per dolar AS. Surat pengunduran diri tersebut telah diserahkan secara langsung oleh Perry kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," ungkap Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan kepada publik terkait transisi kepemimpinan di otoritas moneter tersebut.

Untuk memastikan kelancaran operasional dan kebijakan bank sentral, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk untuk mengisi posisi sebagai Penjabat Gubernur BI. Destry mengonfirmasi bahwa langkah yang diambil oleh Perry merupakan keputusan pribadi yang diajukan secara resmi pada 25 Juli 2026.

Baca Juga

Sempat Tak Beroperasi Usai Gempa, KRL Kembali Buka, Kecuali Lintas Tangerang

Sempat Tak Beroperasi Usai Gempa, KRL Kembali Buka, Kecuali Lintas Tangerang

"Pengunduran diri saudara Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia secara sukarela karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026," jelas Destry mengenai alasan di balik mundurnya Perry.

Selama menakhodai Bank Indonesia pada periode 2018 hingga 2026, Perry Warjiyo meninggalkan jejak kebijakan yang mendalam, terutama dalam membangun fondasi penguatan sistem pembayaran dan pasar keuangan nasional. Salah satu pencapaian yang paling dirasakan oleh masyarakat luas adalah peluncuran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tahun 2019. Kebijakan ini menyatukan berbagai kode QR dari beragam penyedia jasa pembayaran ke dalam satu standar nasional, membuat transaksi digital terintegrasi dengan lebih mudah. Ekspansi kemudian dilakukan melalui QRIS Antarnegara yang memfasilitasi transaksi lintas batas dengan negara mitra, sebagai langkah memperkuat konektivitas sistem pembayaran kawasan.

Di sektor infrastruktur pembayaran ritel, warisan Perry berlanjut dengan peluncuran BI-FAST. Sistem ini mendisrupsi transfer dana antarbank dengan memungkinkan transaksi secara seketika atau real-time yang beroperasi penuh selama 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan, dengan biaya yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Visi digitalisasi yang dibawa Perry juga diwujudkan melalui penyusunan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025-2030. Peta jalan ini didesain khusus untuk mengarahkan digitalisasi sistem pembayaran nasional ke depan. Lebih jauh lagi, cetak biru tersebut disiapkan sebagai landasan strategis bagi pengembangan mata uang digital bank sentral, yang dikenal sebagai Rupiah Digital.

Pada aspek stabilitas pasar keuangan, Bank Indonesia di bawah arahan Perry memperkenalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Instrumen moneter baru ini dirancang dengan tujuan ganda yakni memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, sambil berupaya menarik masuknya aliran modal asing ke dalam negeri.

Selain itu, Perry juga memacu implementasi Local Currency Settlement (LCS). Meskipun kerangka kerja sama LCS ini awalnya diinisiasi pada Desember 2017 bersama bank sentral Malaysia dan Thailand, kebijakan tersebut baru diperluas secara signifikan sejak Perry resmi menjabat sebagai Gubernur BI pada Mei 2018. Di bawah kendalinya, LCS berevolusi menjadi strategi utama guna meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan maupun investasi antarnegara, yang secara langsung bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pergerakan dolar Amerika Serikat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebijakan moneterBank IndonesiarupiahQRISperry warjiyo

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Tangkap 8 Pelaku Pencurian di Lokasi Kebakaran JayapuraBiksu Ditangkap Gegara Skandal Seks-Gelapkan Uang Kuil Rp53 MiliarSempat Tak Beroperasi Usai Gempa, KRL Kembali Buka, Kecuali Lintas TangerangBreaking! Gempa Bumi M 5,9 di Kepulauan Seribu JakartaSempat Berhenti Imbas Gempa, Perjalanan KRL Kembali NormalJelang Persija vs Persib, The Jakmania Berkomitmen Tak Sebar ProvokasiCerita Elsa, Penumpang yang Melihat Ibu Hirup Kamper di KRLGempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Bogor

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap