Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Business

Petani Ungkap Penyebab Harga Cabai Melesat hingga Tembus Rp 90 Ribu/Kg

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 13 Sep 2026 - 20.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Petani Ungkap Penyebab Harga Cabai Melesat hingga Tembus Rp 90 Ribu/Kg
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Harga cabai di pasaran mengalami lonjakan tajam hingga menembus level Rp 90.000 per kilogram. Gangguan produksi di tingkat sentra pertanian akibat cuaca ekstrem dan krisis pasokan air menjadi faktor utama yang memicu melambungnya harga komoditas pangan tersebut.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, kenaikan signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang melonjak 7,2 persen menjadi Rp 90.050 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah keriting juga melesat hingga 9 persen menjadi Rp 62.950 per kilogram.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmojo, mengungkapkan bahwa tren lonjakan harga ini telah dirasakan di tingkat petani sejak pertengahan Agustus lalu. Menurutnya, krisis ketersediaan air akibat cuaca sangat panas dan fenomena El Nino menyebabkan pohon cabai mengalami gagal bunga sehingga berhenti berproduksi.

Baca Juga

RI Dorong Pemakaian Mata Uang Lokal di BRICS buat Hadapi Ketidakpastian Global

RI Dorong Pemakaian Mata Uang Lokal di BRICS buat Hadapi Ketidakpastian Global

Selain tanaman produktif yang terganggu, upaya para petani untuk melakukan penanaman kembali juga kerap menemui kegagalan. Bibit tanaman baru tidak mampu bertahan hidup tanpa pasokan air yang mencukupi. Tunov mengingatkan bahwa kondisi cuaca saat ini berpotensi menekan stok nasional selama tiga bulan ke depan. Guna mengatasi masalah tersebut, pemerintah mulai menyalurkan bantuan infrastruktur air berupa sumur bor dan program pipanisasi di wilayah-wilayah sentra produksi cabai.

Senada dengan hal itu, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, memastikan kenaikan harga murni bersumber dari kendala produksi. Beberapa sentra panen di Jawa Timur seperti Jombang, Kediri, dan Blitar masih menghasilkan panen, namun volumenya berada pada level yang sangat minim.

Baca Juga

9 Kabupaten-Kota di NTB Darurat Kekeringan, 263.310 Jiwa Terdampak

9 Kabupaten-Kota di NTB Darurat Kekeringan, 263.310 Jiwa Terdampak

Penurunan pasokan dari sentra pertanian berdampak langsung pada kenaikan harga di setiap rantai distribusi. Di tingkat petani, harga cabai saat ini berada pada kisaran Rp 53.000 hingga Rp 65.000 per kilogram. Ketika masuk ke pasar induk, harganya naik menjadi Rp 70.000 hingga Rp 75.000 per kilogram, sebelum akhirnya mencapai Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kilogram saat dibeli oleh konsumen akhir.

Abdul memperkirakan penurunan volume panen akibat dampak cuaca ini akan terus berlangsung hingga Oktober, sebelum pasokan diproyeksikan mulai berangsur pulih dan mencukupi pada November mendatang.

Sumber: Detik

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

El NinopertanianKomoditas Pangan

Berita Terbaru Lainnya

RI Dorong Pemakaian Mata Uang Lokal di BRICS buat Hadapi Ketidakpastian GlobalGempa M 4,3 Sukabumi Berpusat di Laut, Dirasakan hingga Bandung BaratKM Virgo Hadapi Cuaca Buruk lalu Miring, Kirim Sinyal Darurat sebelum TerbalikSkandal Seks dan Penggelapan Rp49 Miliar, Biksu Senior Tailan Ditangkap9 Kabupaten-Kota di NTB Darurat Kekeringan, 263.310 Jiwa TerdampakKorban Kapal Virgo yang Sudah Dievakuasi Jadi 107 Orang, 6 Meninggal DuniaBasarnas Ungkap Kapal 8 Virgo Sempat Oleng dan Minta Bantuan DaruratGempa M 4,3 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa hingga Cianjur dan Bandung Barat

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap