Polda Kalimantan Selatan resmi membuka posko layanan ante mortem dan post mortem guna membantu proses identifikasi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Layanan terpadu ini mulai beroperasi sejak Minggu (13/9/2026) malam.
Fasilitas identifikasi tersebut didirikan di area samping kiri gedung Terminal Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, lokasi yang disiapkan untuk memudahkan pihak keluarga korban mengakses informasi dan menyerahkan data pembanding.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Banjarmasin AKBP dr. M Ihsan Wahyudi menjelaskan bahwa proses identifikasi korban ditangani langsung oleh tim gabungan Disaster Victim Identification (DVI). Tim tersebut melibatkan tenaga medis dari Rumah Sakit Bhayangkara, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Kalsel, serta mendapat dukungan dari tim kesehatan TNI dan personel Brimob.
Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api Masih Melahap 2,4 Hektare Tumpukan Sampah

Dokumen dan Data yang Dibutuhkan untuk Identifikasi
Keluarga penumpang yang hendak melaporkan anggota keluarganya diimbau membawa dokumen pendukung guna mempercepat pencocokan data ante mortem dan post mortem. Berkas yang dapat membantu proses identifikasi antara lain dokumen resmi seperti KTP atau ijazah untuk pemeriksaan sidik jari.
Selain dokumen kependudukan, tim DVI juga memerlukan foto korban semasa hidup, terutama foto dokumentasi yang memperlihatkan struktur gigi bagian depan dengan jelas. Data medis dan odontologi forensik tersebut menjadi bagian penting dalam pencocokan identitas para korban.
Ramalan Zodiak Capricorn dan Aquarius Senin, 14 September 2026

Data Korban dan Pencarian di Laut Jawa
Berdasarkan data yang dikonfirmasi oleh Basarnas, Kapal Virgo Transport 8 mengangkut total 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal tersebut mengalami musibah dan tenggelam di tengah rute pelayaran di Laut Jawa.
Hingga posko identifikasi dibuka, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 107 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 130 orang lainnya masih belum ditemukan dan terus dicari oleh tim SAR gabungan di sekitar lokasi perairan.






