Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/National

Polisi Amankan Obat Kurus Ilegal Senilai Rp26 M dari Rumah Kontrakan

Bambang HandayaniDiterbitkan 13 Sep 2026 - 00.47 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polisi Amankan Obat Kurus Ilegal Senilai Rp26 M dari Rumah Kontrakan
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Aparat keamanan Thailand menggerebek sebuah rumah kontrakan di kawasan tambon Sao Thong Hin, distrik Bang Yai, Nonthaburi. Dari lokasi tersebut, petugas menyita puluhan ribu pena suntik berisi obat penurun berat badan tanpa izin edar dengan nilai barang bukti mencapai 52 juta baht atau setara Rp27,71 miliar (lebih dari 50 juta baht/Rp26,65 miliar).

Penggerebekan bermula dari pengaduan seorang ibu yang mendapati anak perempuannya menyuntikkan obat diet bermerek "Haus of Peptides" yang dibeli secara daring. Setelah ditelusuri pihak berwenang bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Thailand, produk peptida tersebut dipastikan tidak memiliki nomor registrasi resmi.

Penyelidikan mengungkap bahwa produk ilegal ini dipromosikan secara agresif melalui akun media sosial yang mengeklaim hanya mengulas barang berkualitas. Sindikat ini mempekerjakan buruh migran untuk mengemas produk dan mendistribusikannya menggunakan layanan ekspedisi kurir swasta.

Baca Juga

Kemarau Bikin Sungai Kering, Distribusi CPO dan Pembelian TBS Petani Terganggu

Kemarau Bikin Sungai Kering, Distribusi CPO dan Pembelian TBS Petani Terganggu

Satu paket "Haus of Peptides" dibanderol seharga 2.900 baht (sekitar Rp1,54 juta). Setiap kotaknya berisikan satu botol injeksi peptida, satu botol air suling, lima jarum suntik insulin ukuran 1 ml, lembar petunjuk, serta tisu alkohol. Dengan rata-rata pengiriman sekitar 100 kotak per hari, pelaku diperkirakan mengantongi pendapatan harian hingga 290.000 baht (Rp154,57 juta), atau omzet bulanan yang menembus 8 juta baht (sekitar Rp4,26 miliar) selama setahun terakhir.

Atas perbuatannya, pihak penjual menghadapi jerat hukum terkait penjualan obat modern tanpa izin di bawah undang-undang setempat, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan/atau denda hingga 10.000 baht (Rp5,33 juta).

Baca Juga

Perayaan Tahun Baru Yahudi di Phuket Dibatalkan Menyusul Aksi Unjuk Rasa

Perayaan Tahun Baru Yahudi di Phuket Dibatalkan Menyusul Aksi Unjuk Rasa

Risiko Medis Agonis Reseptor GLP-1

Pena suntik penurun berat badan yang disita merupakan obat dalam golongan agonis reseptor GLP-1 (glucagon-like peptide-1). Otoritas kesehatan menegaskan bahwa sediaan GLP-1 tergolong obat keras yang penggunaannya wajib berada di bawah pengawasan medis dan hanya diresepkan bagi pasien obesitas klinis serta diabetes tipe 2, bukan untuk sekadar kepentingan kosmetik atau penurunan berat badan mandiri.

Penggunaan obat keras ini tanpa petunjuk dokter dapat memicu gangguan pencernaan seperti mual, diare, muntah, sembelit, sakit perut, hingga kembung. Dalam taraf yang lebih berbahaya, penyalahgunaan obat tanpa resep tersebut membawa risiko komplikasi berat, meliputi pankreatitis akut, gagal ginjal akut, depresi dan kecenderungan bunuh diri, hingga potensi peningkatan risiko kanker tiroid.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PenggerebekanKesehatan

Berita Terbaru Lainnya

Kemarau Bikin Sungai Kering, Distribusi CPO dan Pembelian TBS Petani TergangguPerayaan Tahun Baru Yahudi di Phuket Dibatalkan Menyusul Aksi Unjuk RasaGubernur Bobby Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Siswa Korban MBG di KaroIstri Jurnalis Ikut Menyusuri Selat Sunda Mencari Korban Hilang Kontak Erupsi KrakatauKJRI Karachi Bantu Pemulangan 9 ABK WNI Kapal Saleh Darya II dari PakistanPasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok Dana BankMau Punya Indomaret Sendiri? Siapkan Modal Minimal SeginiBos Kripto Sebar Duit Rp858 Miliar ke Partai Politik Jelang Pemilu

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap