Sembilan Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia yang bertugas di Kapal Saleh Darya II akhirnya dipulangkan ke Tanah Air. Upaya pemulangan tersebut terealisasi setelah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi turun tangan menangani persoalan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan serta kepastian proses turun kapal (sign-off) para awak dari Pakistan.
Penanganan kasus ini bermula ketika KJRI Karachi menerima pengaduan dari para ABK terkait ketidakpastian jadwal kepulangan dan kendala pembayaran hak mereka. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak perwakilan RI langsung membangun koordinasi bersama para awak kapal, pemilik kapal, hingga pihak agen kapal yang berada di Karachi.
Dalam rangkaian diplomasi perlindungan warga negara tersebut, KJRI mengirimkan surat resmi kepada pemilik kapal dan agen lokal. Langkah ini diambil guna mendorong pemenuhan kewajiban finansial perusahaan sekaligus memastikan seluruh tahapan sign-off dan kepulangan para pelaut berlangsung secara aman dan sesuai prosedur.
Wahana Halilintar Dufan Sempat Berhenti di Tanjakan Awal, Ini Penjelasan Lengkap Pihak Ancol

Hak gaji para pelaut akhirnya mulai dipenuhi oleh pihak pengelola kapal. Kepala ABK, Kapten Jefry Sahabati, mengonfirmasi kepada KJRI bahwa dana pembayaran gaji telah ditransfer secara bertahap ke rekening bank para ABK di Indonesia.
Titik terang mengenai pemulangan tiba setelah pihak agen kapal menyampaikan informasi perihal pergantian kru di Kapal Saleh Darya II pada 11 September 2026. Setelah seluruh proses administrasi sign-off diselesaikan, kesembilan ABK tersebut dapat turun dari kapal untuk bersiap kembali ke Indonesia.
Sebelum menuju ke Jinnah International Airport pada 12 September 2026, kesembilan ABK sempat singgah di Wisma Indonesia. Di lokasi tersebut, mereka beristirahat dan bertemu langsung dengan Konsul Jenderal RI Karachi Mudzakir guna membicarakan kondisi kesehatan fisik maupun kesiapan perjalanan udara.
ASN Asal Rote Ndao Minta Pindah Usai Penembakan KKB, Ini Kata Bupati

Para ABK dijadwalkan menempuh perjalanan udara melalui rute Karachi menuju Abu Dhabi, lalu melanjutkan penerbangan ke Jakarta. Rombongan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13 September 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
KJRI Karachi memastikan pihaknya tetap memelihara komunikasi aktif dengan para ABK, pihak agen di Karachi, serta pemilik kapal untuk memonitor perjalanan sampai tiba di tujuan, sekaligus menindaklanjuti penyelesaian hak yang sekiranya masih tersisa.






