Wahana roller coaster Halilintar di kawasan Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta Utara, sempat mengalami gangguan operasional hingga rangkaian kereta berhenti di jalur tanjakan awal pada Jumat, 11 September 2026. Insiden berhentinya kereta yang sedang membawa penumpang tersebut terekam dalam video dan ramai diperbincangkan di media sosial Threads, salah satunya melalui unggahan akun @teraskatacom.
Menanggapi perhatian publik atas beredarnya video tersebut, pihak pengelola Ancol memberikan konfirmasi resmi mengenai kronologi kejadian, fungsi sistem keselamatan pada wahana, hingga proses evakuasi puluhan pengunjung yang terdampak.
Bagaimana Kronologi Kereta Halilintar Berhenti di Tanjakan Awal?
Peristiwa gangguan pada wahana Halilintar Dufan terjadi pada Jumat, 11 September 2026 sekitar pukul 14.34 WIB. Kereta Halilintar yang sedang berjalan tiba-tiba mengalami kendala operasional sehingga berhenti di area tanjakan awal jalur rel.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), Daniel Widriatmoko, mengonfirmasi insiden tersebut. Daniel menjelaskan bahwa kereta wahana memang mengalami gangguan operasional pada jam tersebut yang mengakibatkan rangkaian kereta tidak melanjutkan perjalanan dan berhenti di jalur tanjakan.
Video yang memperlihatkan posisi kereta terhenti di jalur tanjakan tersebut kemudian diunggah oleh akun @teraskatacom di media sosial Threads dan menarik perhatian para pengguna internet.
ASN Asal Rote Ndao Minta Pindah Usai Penembakan KKB, Ini Kata Bupati

Mengapa Kereta Berhenti dan Bagaimana Penjelasan Sistem Keselamatannya?
Daniel Widriatmoko menegaskan bahwa berhentinya kereta di posisi tanjakan awal merupakan respons aktif dari sistem proteksi wahana. Kejadian tersebut merupakan bagian dari mekanisme sistem keselamatan otomatis yang bekerja sesuai dengan prosedur teknis.
Sistem keselamatan otomatis pada wahana Halilintar dirancang untuk langsung menahan rangkaian kereta pada jalur dan titik aman yang telah ditentukan apabila sensor mendeteksi adanya gangguan operasional. Penguncian posisi pada titik aman ini bertujuan agar proses penanganan dan evakuasi pengunjung dapat dilakukan secara aman dan terkontrol oleh tim operasional di lokasi.
Dengan berhentinya kereta pada titik aman yang telah dipersiapkan dalam sistem wahana, potensi risiko bagi para penumpang dapat diminimalkan selama proses penanganan berlangsung.
Bagaimana Proses Evakuasi Pengunjung yang Berada di Dalam Kereta?
Saat insiden gangguan operasional berlangsung, tercatat ada sebanyak 20 pengunjung yang berada di dalam rangkaian kereta Halilintar di jalur tanjakan tersebut. Tim operasional Dufan langsung bergerak melakukan prosedur evakuasi begitu posisi kereta terkunci aman.
Pertamina Tambah Pasokan BBM Subsidi Sulsel Usai Antrean SPBU Mengular

Menurut keterangan Daniel Widriatmoko, proses penurunan dan evakuasi terhadap 20 pengunjung tersebut berlangsung cepat dan selesai dalam waktu sekitar lima menit. Daniel memastikan bahwa seluruh pengunjung yang dievakuasi berada dalam kondisi baik dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Kapan Wahana Halilintar Kembali Beroperasi Normal?
Setelah seluruh 20 pengunjung berhasil dievakuasi dengan aman, tim terkait dari pengelola wahana langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap unit dan lintasan Halilintar. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan fungsi teknis wahana memenuhi standar keselamatan secara menyeluruh.
Setelah rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan bersama tim terkait dan wahana dinyatakan aman serta layak beroperasi kembali, pihak pengelola membuka kembali wahana Halilintar untuk pengunjung Dufan pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB.






