PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan serta mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil guna mengatasi lonjakan permintaan masyarakat, khususnya terhadap BBM bersubsidi, yang sempat memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa peningkatan volume permintaan di lapangan berdampak langsung pada kepadatan antrean konsumen. Untuk menstabilkan situasi, Pertamina memperkuat pasokan BBM ke terminal bahan bakar demi menjaga ketersediaan stok di wilayah Makassar dan sekitarnya tetap berada pada level aman.
Berdasarkan data operasional Pertamina, kebutuhan Solar Jenis BBM Tertentu (JBT) tercatat mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen sepanjang Juni hingga Agustus 2026.
Penambahan Jam Operasional dan Rekonfigurasi Layanan
Guna mengurai antrean dan mempercepat pengisian stok di SPBU, armada mobil tangki BBM kini dioptimalkan beroperasi selama 24 jam penuh. Pola distribusi tanpa henti ini diterapkan agar pasokan dari terminal BBM dapat segera tiba di tangki pendam SPBU.
Toba Pulp Buka Suara usai Jadi Tersangka Korupsi Transfer Pricing

Selain mobilitas tangki, Pertamina juga melakukan penyesuaian teknis di lapangan dengan menambah kapasitas nozzle Pertalite di beberapa SPBU. Di wilayah Makassar, terdapat 25 SPBU yang dioperasikan selama 24 jam untuk mempercepat antrean pengisian sekaligus memastikan kelancaran pelayanan masyarakat.
Kitty mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam bertransaksi. Konsumen diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan normal dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata.
Pergeseran Pola Konsumsi ke BBM Subsidi
Dari sisi evaluasi pasar, Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan bahwa stok BBM nasional berada dalam kondisi yang aman. Menurutnya, antrean kendaraan di SPBU lebih dipicu oleh adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Pertamina Gandeng Warga Lapas Bantul Sulap Sampah Plastik Jadi Perabot

Fenomena peralihan konsumsi tersebut terjadi dari produk non-PSO seperti Pertamax Series dan varian Dex menuju Pertalite serta Biosolar. Lonjakan kendaraan yang berpindah ke jalur subsidi ini menimbulkan kepadatan karena keterbatasan sarana dan prasarana di masing-masing SPBU.
Eko menjelaskan bahwa tidak semua SPBU memiliki ruang fasilitas yang memadai untuk menambah dispenser ataupun nozzle khusus Pertalite dan Biosolar secara instan. Ia pun meminta pengendara untuk tidak panik atau melakukan aksi borong (panic buying) ketika melihat antrean, mengingat ketersediaan pasokan BBM terus disalurkan ke SPBU.






