Polres Ende terus melakukan upaya pemulihan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Ende. Salah satu langkah yang dijalankan adalah melalui program pendampingan pemulihan trauma (trauma healing) yang ditujukan kepada warga, khususnya kelompok anak-anak di lokasi pengungsian.
Sebelum diterjunkan langsung untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat, seluruh personel yang tergabung dalam tim trauma healing terlebih dahulu harus menjalani asesmen. Proses asesmen ini difokuskan untuk memastikan kesiapan para personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut di lapangan.
Zulhas Kebut Solusi Hulu-Hilir Atasi Krisis Sampah Bekasi

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata menyampaikan bahwa asesmen menjadi bagian penting guna memastikan anggota memiliki kesiapan, baik dari sisi kemampuan maupun stabilitas kondisi psikologis. Kesiapan ini dibutuhkan agar pendekatan yang dilakukan kepada para penyintas gempa dapat berjalan dengan tepat dan humanis.
Menurut AKBP Yudhi Franata, penanganan pascabencana tidak hanya berpusat pada pemenuhan kebutuhan dasar fisik masyarakat seperti makanan, tempat tinggal sementara, dan pelayanan kesehatan semata. Pemulihan kondisi psikologis juga memegang peranan krusial untuk memulihkan rasa aman serta membangkitkan kembali rasa percaya diri warga yang terdampak bencana.
18.504 Personel Disiagakan Kawal Aksi di Sejumlah Titik Jakpus Hari Ini

Dalam pelaksanaannya, tim trauma healing menghadirkan serangkaian kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak terdampak gempa bumi. Petugas mengajak anak-anak untuk bermain bersama, bernyanyi, dan saling berinteraksi guna membantu meredakan tekanan serta beban psikologis yang mereka rasakan pascagempa.






