Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang keluarganya terdampak bencana gempa bumi. Program ini disiapkan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan tinggi para mahasiswa di tengah kondisi darurat pascabencana.
Pada tahap pertama, bantuan biaya hidup yang dialokasikan sebesar Rp1 juta per bulan selama tiga bulan ke depan. Skema bantuan tersebut ditujukan bagi sekitar 1.000 mahasiswa penerima manfaat yang memenuhi kriteria.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa sasaran utama program beasiswa darurat ini merupakan mahasiswa asal wilayah terdampak gempa di NTT yang saat ini sedang menempuh pendidikan di luar daerah asal mereka. Penjelasan tersebut disampaikan saat kunjungan ke Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Senin (24/8).
Islamic Relief Indonesia Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa Manggarai NTT

Untuk mempercepat validasi dan penyaluran, Baznas RI telah menjalin koordinasi dengan pimpinan Baznas di sejumlah daerah yang menjadi pusat studi mahasiswa asal NTT. Mekanisme pendistribusian dana dipastikan tetap berpegang pada prinsip kerja Baznas, yakni aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.
Sebelumnya, aktivitas kegempaan masih dirasakan di wilayah setempat, termasuk gempa berkekuatan magnitudo 4,6 yang mengguncang kawasan Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Kamis (27/8) pukul 01.34 WIB.
Puslabfor Polri Usut Penyebab Kebakaran Muara Angke

Upaya penanganan dampak bencana di NTT juga melibatkan berbagai unsur pemerintah. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi telah menyerahkan paket bantuan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak, sementara Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung warga terdampak di lokasi pengungsian Lapangan Berdikari, Nagekeo, NTT.






