Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap keikutsertaan para pelajar yang sempat diamankan kepolisian pada aksi 27 Agustus 2026 dalam program pembekalan bela negara. Pembinaan ini dinilai menjadi langkah positif untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda.
Pramono menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diselenggarakan atas kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya. Menurutnya, program ini dapat mendorong para siswa untuk lebih menghargai dan menyayangi negaranya sendiri.
Polisi Tetapkan 1 Tersangka Ledakan Pipa Gas Grand Polonia Medan, 3 Orang Tewas

"Mengenai program detailnya, karena ini yang melakukan adalah Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya, tolong ditanyakan pada instansi yang melakukan pendidikan," ujar Pramono saat meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).
Dari wilayah Jakarta, sebanyak 29 pelajar awalnya disiapkan untuk berangkat, dengan 27 siswa di antaranya terkonfirmasi mengikuti jalannya program. Kegiatan Pembekalan Bela Negara KKRI Tahun 2026 ini diikuti siswa tingkat SD hingga SMK dan telah berlangsung di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Jumat (4/9). Peserta pelatihan juga mencakup pelajar dari wilayah penyangga lain, termasuk Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bogor, dan Depok.
Babinsa Korem 051 Wijayakarta Ikut Bantu Padamkan Kebakaran di Depok

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana membenarkan bahwa para siswa berada di Polda Metro Jaya seusai aksi penyampaian aspirasi tersebut. Kendati demikian, dinas belum dapat memastikan apakah seluruh 29 anak itu benar-benar ikut serta secara langsung dalam aksi unjuk rasa di lapangan.






