Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Presiden Prabowo Instruksikan Perbaikan Kualitas Buku Pelajaran, Bandingkan dengan Negara Tetangga

Rimba NainggolanDiterbitkan 8 Agu 2026 - 12.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Presiden Prabowo Instruksikan Perbaikan Kualitas Buku Pelajaran, Bandingkan dengan Negara Tetangga
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia tengah merencanakan pelaksanaan sebuah program penting yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas buku pelajaran di sekolah dari jenjang dasar hingga menengah. Program perbaikan mutu buku pelajaran ini dirancang secara menyeluruh untuk mencakup tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional agar seluruh peserta didik di tanah air mendapatkan bahan ajar yang layak, aman, dan berkualitas tinggi untuk mendukung kegiatan belajar mereka.

Inisiatif untuk melakukan pembaruan dan perbaikan kualitas buku ajar bagi para siswa ini berawal dari perhatian langsung yang diberikan oleh Presiden

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Prabowo Subianto
. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa rencana pembaruan buku pelajaran tersebut muncul setelah Kepala Negara melakukan kunjungan pribadi secara langsung ke sejumlah sekolah. Dalam kegiatan kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menyempatkan diri untuk melihat dan mengecek langsung buku-buku pelajaran yang digunakan oleh para siswa selama proses pembelajaran di kelas.

Saat melakukan pengecekan buku pelajaran satu per satu di sekolah-sekolah tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengamati adanya beberapa kendala fisik yang cukup memprihatinkan pada buku yang digunakan siswa. Beliau melihat bahwa ada bahan buku pelajaran yang mudah rusak, dan bahkan ada pula beberapa buku yang kondisinya memang sudah mengalami kerusakan. Selain masalah kualitas bahan fisik buku, Presiden juga menyoroti ukuran tulisan di dalam buku pelajaran yang dinilai terlalu kecil. Tulisan yang kecil-kecil tersebut dinilai menyulitkan anak-anak, khususnya siswa Sekolah Dasar (SD), sehingga memaksa mereka untuk membaca teks dari jarak yang sangat dekat.

Baca Juga

HUT ke-436 Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Ajak Warga Tanamkan Rasa Cinta demi Kemajuan

HUT ke-436 Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Ajak Warga Tanamkan Rasa Cinta demi Kemajuan

Temuan-temuan langsung di lapangan tersebut kemudian mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menginstruksikan dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap buku pelajaran nasional demi meningkatkan kualitasnya. Sebagai bahan evaluasi yang objektif, Presiden memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk melakukan studi perbandingan mengenai isi serta kualitas buku pelajaran sekolah dengan negara-negara tetangga. Menindaklanjuti perintah Presiden tersebut, pemerintah kini telah berhasil memperoleh buku-buku pelajaran pembanding yang didatangkan langsung dari beberapa negara tetangga, yaitu Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Kamboja, hingga Vietnam.

Untuk melakukan proses analisis dan perbandingan buku pelajaran tersebut secara mendalam, pemerintah juga telah membentuk sebuah tim gabungan khusus yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga. Tim gabungan ini beranggotakan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai pembentukan tim kolaboratif ini serta tujuan utama program tersebut saat berada di Presidential Lounge, Kompleks Istana Kepresidenan, pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pada intinya pemerintah ingin memperbaiki kualitas buku ajar bagi seluruh adik-adik peserta didik mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga

Mensesneg Ungkap Destry Damayanti Masuk Pertimbangan Prabowo Jadi Calon Gubernur BI

Mensesneg Ungkap Destry Damayanti Masuk Pertimbangan Prabowo Jadi Calon Gubernur BI

Di samping melakukan perbaikan pada aspek fisik dan isi buku cetak, pemerintah juga mempertimbangkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung penyediaan bahan ajar di sekolah-sekolah. Dalam rencana perbaikan ini, muncul sebuah ide inovatif untuk memindai (scan) dan mengunduh (download) buku pelajaran Indonesia ke dalam format digital. Buku pelajaran yang telah diunduh tersebut nantinya dapat dihubungkan secara langsung dengan interactive flat panel atau layar pintar yang dibagikan ke tiap-tiap sekolah. Program pembagian layar pintar ini diharapkan dapat membantu penyebaran materi ajar berkualitas secara digital dan lebih interaktif bagi para siswa.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantopendidikanBuku PelajaranKementerian Pendidikan Dasar Menengah

Berita Terbaru Lainnya

Dewa United Resmi Berpisah dengan Pelatih Jan Olde Riekerink setelah Empat Musim KebersamaanHUT ke-436 Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Ajak Warga Tanamkan Rasa Cinta demi KemajuanMensesneg Ungkap Destry Damayanti Masuk Pertimbangan Prabowo Jadi Calon Gubernur BIPenyaluran Pay Later Multifinance dan Perbankan Melonjak pada Juni 2026IHSG Akhir Pekan Melesat Tembus Level 6.400 Seiring Penguatan RupiahIHSG dan Rupiah Menguat Saat Iran Tuding Trump Lakukan Diplomasi TeaterUnilever Indonesia Raih Penghargaan Best Emiten ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATIAS Kehilangan 23 Ribu Lapangan Kerja, tapi Tingkat Pengangguran Turun ke 4,1 Persen

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap