Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dengan memanggil secara khusus seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menggelar pertemuan tatap muka di Istana Negara pada hari Senin, tanggal 27 Juli 2026. Pertemuan tingkat tinggi di awal pekan ini menjadi sorotan utama karena dihadiri oleh susunan pimpinan lembaga negara yang baru. Salah satu perubahan paling mendasar dalam keanggotaan komite yang dipanggil oleh Kepala Negara tersebut adalah kehadiran Destry Damayanti. Dalam pertemuan krusial di Istana Negara ini, Destry Damayanti dikabarkan turut hadir dengan mengemban kapasitas barunya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), mewakili otoritas moneter secara penuh dalam rapat bersama Presiden.
Kehadiran Destry Damayanti di Istana Negara sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru tentu tidak terlepas dari dinamika pergantian kepemimpinan yang baru saja terjadi di internal bank sentral nasional. Destry secara resmi hadir dalam pertemuan ini sebagai pengganti Perry Warjiyo, yang sebelumnya menempati posisi puncak di lembaga moneter tersebut. Pergantian kepemimpinan ini secara langsung dipicu oleh keputusan Perry Warjiyo yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya. Proses pengunduran diri mantan Gubernur BI tersebut dilakukan secara formal melalui sebuah surat permohonan yang disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, sehingga membuka jalan bagi Destry untuk mewakili lembaganya.
Danantara Ungkap Laba Telkom Berpotensi Naik Sedikitnya 30 Persen Lewat Streamlining

Sementara itu, menjelang agenda pertemuan komite tersebut dimulai, sejumlah pimpinan lembaga negara lainnya juga mulai berdatangan ke kompleks Istana Negara. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pertemuan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menjadi salah satu anggota komite yang terlihat hadir memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. Pemimpin lembaga pengawas sektor keuangan tersebut tiba di kawasan istana pada sore hari, tepatnya sekitar pukul 15.30 WIB. Saat dimintai keterangan terkait agenda pertemuannya dengan Kepala Negara, Friderica memberikan pernyataan singkat mengenai fokus pembahasan. "Kita akan rapat koordinasi aja, tentang situasi saat ini," tuturnya memberikan konfirmasi.
Selain kehadiran perwakilan dari otoritas moneter dan pengawas jasa keuangan, pertemuan di Istana Negara pada hari Senin tersebut juga secara langsung dihadiri oleh pimpinan dari lembaga penjaminan. Telah hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, untuk mengikuti arahan dan rapat bersama anggota komite lainnya. Kehadiran Anggito Abimanyu ini sangat esensial untuk melengkapi susunan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang diundang secara khusus oleh Presiden Prabowo Subianto. Keikutsertaan pimpinan puncak LPS ini memastikan bahwa seluruh komponen komite siap untuk melakukan sinkronisasi langkah dalam rapat.
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Untuk melengkapi formasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan secara utuh dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari kementerian terkait juga dipastikan merapat ke lingkungan istana. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikabarkan turut hadir dalam agenda pemanggilan penting oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut. Terkumpulnya Friderica Widyasari Dewi sebagai pimpinan OJK, Destry Damayanti yang kini memimpin BI, Anggito Abimanyu dari LPS, serta Purbaya Yudhi Sadewa dengan kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan, memastikan bahwa seluruh unsur anggota KSSK telah lengkap. Kehadiran seluruh pimpinan lembaga ini menandakan kesiapan komite untuk menjalankan rapat koordinasi menyeluruh bersama Kepala Negara membahas situasi saat ini.






