PT TIMAH (Persero) Tbk mengambil langkah cepat dalam merespons aksi massa yang berujung pada tindakan perusakan fasilitas perusahaan di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Sebagai langkah antisipasi dan penanganan cepat, perusahaan pertambangan milik negara tersebut segera mengaktifkan Rencana Tanggap Darurat atau Emergency Response Plan. Prosedur ini merupakan standar operasional yang diterapkan perusahaan dalam menghadapi keadaan kahar (Force Majeure) guna meminimalkan dampak buruk dan menjaga stabilitas area kerja.
Langkah tanggap darurat ini diambil demi memastikan keselamatan seluruh elemen di lingkungan perusahaan. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, mengonfirmasi situasi terkini pascainsiden tersebut. Manajemen PT TIMAH memastikan bahwa seluruh karyawan berada dalam kondisi yang aman. Selain itu, dipastikan pula tidak ada korban jiwa yang timbul akibat dari ketegangan dan aksi massa yang merusak fasilitas operasional tersebut. Keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.








