Rumah mode asal Amerika Serikat, Ralph Lauren, menjadi sasaran seruan boikot di media sosial setelah menampilkan aktris asal Israel, Gal Gadot, sebagai model untuk koleksi busana musim gugur 2026.
Seruan pemboikotan terhadap lini mode mewah tersebut bermula dari kemunculan Gal Gadot di majalah Modern Luxury edisi September 2026. Dalam pemotretan tersebut, aktris yang dikenal luas lewat perannya dalam film Wonder Woman (2017) itu tampil mengenakan busana koleksi musim gugur dari Ralph Lauren. Tak berselang lama setelah majalah tersebut diterbitkan, Ralph Lauren turut membagikan potret Gadot dalam balutan koleksi mereka melalui akun Instagram resminya.
Unggahan tersebut memicu penolakan dan reaksi keras dari warganet pendukung kemerdekaan Palestina. Ribuan komentar bernada kecaman membanjiri kolom komentar unggahan akun Instagram Ralph Lauren. Tak hanya di Instagram, gelombang kritik dan ajakan memboikot jenama asal Amerika Serikat tersebut juga menyebar luas di platform media sosial X.
Tanggap Darurat Gempa Sikka Selesai, 3.370 Warga Masih Mengungsi

Kendati menuai desakan dan kritik dari para pengguna media sosial, pihak Ralph Lauren belum memberikan pernyataan atau tanggapan resmi mengenai reaksi publik tersebut. Unggahan foto yang menampilkan Gal Gadot pun masih tetap terpasang dan belum ditarik dari akun resmi rumah mode tersebut.
Kecaman warganet terhadap pemilihan model Ralph Lauren ini berkaitan erat dengan latar belakang serta sikap vokal sang aktris. Gal Gadot lahir dan dibesarkan di Israel serta tetap memegang status kewarganegaraan negara tersebut. Sebagai warga Israel, ia telah menuntaskan kewajiban dinas militer selama dua tahun di tubuh militer Israel (IDF) sebelum merambah karier akting di Hollywood, termasuk pernah ditugaskan saat perang di Lebanon pada 2006.
Ini Cara Baca KPI dan Financial Insight biar Keputusan Bisnis Makin Tajam

Sorotan publik terhadap figur Gadot semakin meluas usai peristiwa serangan Hamas di Israel pada 7 Oktober 2023. Saat itu, Gadot mengeluarkan pernyataan publik guna mendukung Israel dalam melawan serangan tersebut dengan menegaskan bahwa dunia tidak bisa hanya berdiam diri ketika aksi teror yang mengerikan terjadi. Keterlibatan masa lalu dan sikap politik sang aktris inilah yang kini memicu gelombang seruan boikot terhadap kolaborasinya bersama Ralph Lauren.






