Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Pendidikan

Sekolah Terdampak Abu Anak Krakatau Bisa Belajar dari Rumah

Yolanda TobanDiterbitkan 6 Sep 2026 - 18.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sekolah Terdampak Abu Anak Krakatau Bisa Belajar dari Rumah
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Aktivitas belajar mengajar bagi para siswa di kawasan yang terpapar sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau kini dapat dialihkan ke skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah. Kebijakan ini diberlakukan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik dari bahaya paparan polusi udara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa satuan pendidikan di daerah dengan dampak paparan abu vulkanik cukup berat memiliki fleksibilitas penuh untuk tidak menggelar kegiatan belajar di ruang kelas fisik.

"Kebijakan tersebut dapat dilakukan dengan pembelajaran dari rumah secara daring maupun di lokasi tertentu yang dinilai aman," ujar Abdul Mu'ti dalam konferensi pers daring bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan pada Minggu (6/9/2026).

Wilayah Terdampak dan Acuan Indeks Kualitas Udara

Berdasarkan laporan awal, sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau memengaruhi sejumlah wilayah di Provinsi Banten dan Lampung. Daerah yang tercatat terdampak cukup berat antara lain Kabupaten Serang di Banten, serta Kabupaten Tanggamus, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Lampung Selatan di Lampung.

Baca Juga

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, KAI Daop 1 Jakarta Pastikan Operasional Kereta Tetap Aman

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, KAI Daop 1 Jakarta Pastikan Operasional Kereta Tetap Aman

Penetapan peralihan metode belajar ke rumah mengacu pada perkembangan indeks standar pencemaran udara di masing-masing wilayah. Pemerintah daerah dan pihak sekolah diinstruksikan memantau kualitas udara secara berkala untuk menentukan langkah operasional harian.

Abdul Mu'ti menggarisbawahi bahwa perlindungan, keselamatan, dan kesehatan seluruh warga sekolah harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan kegiatan belajar mengajar.

Ketentuan Belajar Tatap Muka Terbatas dan Protokol Kesehatan

Bagi sekolah yang berada di wilayah sekitar namun tidak terdampak langsung oleh sebaran abu tebal, aktivitas pembelajaran tatap muka masih diperkenankan berjalan dengan pengetatan protokol kesehatan. Seluruh siswa dan guru diwajibkan mengenakan masker, meniadakan kegiatan luar ruangan, serta menutup rapat pintu dan jendela kelas selama jam pelajaran berlangsung.

Baca Juga

Soetta Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Tiga Bandara Disiapkan Jadi Alternatif

Soetta Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Tiga Bandara Disiapkan Jadi Alternatif

Pihak sekolah juga diberi keleluasaan untuk memangkas durasi belajar. Jam pembelajaran tidak diwajibkan berjalan penuh mengikuti jadwal normal, melainkan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Selain melanjutkan materi pelajaran, pihak sekolah diminta menyisipkan edukasi mitigasi bencana kepada para siswa. Materi tersebut mencakup panduan menjaga kesehatan pernapasan, imbauan untuk tetap tenang menghadapi situasi erupsi, serta kewajiban selalu memantau informasi dan kebijakan resmi dari otoritas yang berwenang.

Sumber: Liputan6

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Cerita Warga Banten Alami Gempa Kecil saat Erupsi Anak KrakatauPreview La Liga Espanyol vs Sevilla, Misi Bangkit di Stadion RCDEAbu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, KAI Daop 1 Jakarta Pastikan Operasional Kereta Tetap AmanSoetta Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Tiga Bandara Disiapkan Jadi AlternatifGaruda Batalkan Penerbangan Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak KrakatauPemprov Jateng Kerahkan Dokter Spesialis Tangani Warga Terdampak AsapWarga Jakarta Mulai Buru Masker Imbas Abu Anak KrakatauAbu Anak Krakatau Sampai di Bogor, Warga, Bangun Tidur Ngeres Banget Lantai

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap