Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Siswa 14 Tahun Tembak Mati 8 Orang di Sekolah Elite Debsirin Thailand

Togar SiregarDiterbitkan 8 Agu 2026 - 16.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Siswa 14 Tahun Tembak Mati 8 Orang di Sekolah Elite Debsirin Thailand
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Apa yang sebenarnya memicu seorang remaja berusia 14 tahun, yang dikenal berprestasi dan berperilaku baik di sekolahnya, untuk melakukan tindakan ekstrem seperti penembakan massal? Pertanyaan membingungkan sekaligus memilukan ini kini tengah dihadapi oleh masyarakat dan aparat penegak hukum di Thailand. Publik dikejutkan oleh insiden tragis yang merenggut total delapan korban jiwa, yang melibatkan seorang siswa sekolah menengah sebagai pelakunya.

Tragedi ini berlangsung pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, di sekolah elite Debsirin yang berlokasi di Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, wilayah pinggiran Bangkok, Thailand. Pelaku penembakan merupakan seorang siswa kelas sembilan yang diperkirakan berusia sekitar 14 tahun. Sebelum mendatangi sekolah dan melepaskan tembakan ke arah guru dan teman-temannya, pelaku diduga terlebih dahulu membunuh kakek dan neneknya di rumah mereka. Senjata yang digunakan untuk menghabisi nyawa kedua lansia tersebut adalah pistol milik kakeknya sendiri. Setelah itu, ia menuju sekolah dan menewaskan sedikitnya tiga orang siswa serta tiga orang guru, sebelum akhirnya tewas yang diduga akibat bunuh diri.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Komandan Polisi Provinsi Nonthaburi, Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee, membenarkan bahwa pelaku penembakan massal tersebut meninggal dunia karena bunuh diri di lokasi kejadian. Di area sekolah, petugas kepolisian menemukan bukti bahwa pelaku telah memuntahkan sebanyak 26 butir peluru selama aksi penyerangan berlangsung. Selain peluru yang telah ditembakkan, polisi juga menemukan dan mengamankan 34 butir amunisi aktif lainnya yang dibawa oleh pelaku. Untuk mengungkap motif serta persiapan yang dilakukan pelaku, polisi menggeledah rumah tersangka dan menyita sembilan unit komputer serta perangkat elektronik lainnya guna melacak aktivitas digitalnya.

Baca Juga

Kejagung Buka Suara Terkait Sosok Febrio dalam Kasus Kematian Sutrimo

Kejagung Buka Suara Terkait Sosok Febrio dalam Kasus Kematian Sutrimo

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap perangkat elektronik yang disita, muncul dugaan kuat bahwa pelaku telah mempelajari seluk-beluk serta taktik pelaksanaan penembakan massal melalui pencarian di internet sebelum hari kejadian. Hal ini mengejutkan pihak sekolah, terutama karena salah satu guru menggambarkan pelaku sebagai anak yang berperilaku baik dan memiliki catatan prestasi akademik yang sangat bagus. Pelaku bahkan tidak pernah dikenal sebagai pribadi yang agresif atau bermasalah di lingkungan sekolahnya. Namun, penyelidikan kepolisian mengungkap sisi lain dari kehidupan pelaku. Berdasarkan keterangan dari teman dekatnya, pelaku diduga mengalami tekanan mental yang cukup berat akibat beban pelajaran di sekolah.

Selain tekanan akademis, faktor lain yang kini menjadi sorotan adalah kegemaran pelaku terhadap dunia digital. Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polpheer Suwannachee, menyatakan bahwa temuan barang bukti di rumah pelaku menunjukkan bahwa remaja berusia 14 tahun tersebut merupakan seorang penggemar berat video game. Meski demikian, kepolisian Thailand menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan untuk merangkai semua petunjuk ini guna mengetahui motif utama dan pasti di balik tindakan mengerikan tersebut.

Baca Juga

Pembangunan Kawasan DPR di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027

Pembangunan Kawasan DPR di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027

Dampak dari penembakan massal di sekolah Debsirin ini segera meluas ke ranah politik nasional Thailand. Pemimpin oposisi, Natthaphong Ruengpanyawut, mendesak pemerintah untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan reformasi serius. Ia menekankan pentingnya melakukan peninjauan secara sistematis terhadap kebijakan pengendalian senjata api di Thailand agar senjata mematikan tidak lagi dengan mudah jatuh ke tangan anak-anak di bawah umur. Kasus ini kini memicu diskusi mendalam mengenai kesehatan mental remaja, tekanan sistem pendidikan, serta regulasi kepemilikan senjata di negara tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kriminalThailandPenembakan ThailandDebsirin Nonthaburi

Berita Terbaru Lainnya

Sisi Pahit Profesi Kurir, Berpacu dengan Pemotongan Ongkir dan Sanksi Suspend AkunKejagung Buka Suara Terkait Sosok Febrio dalam Kasus Kematian SutrimoPertamina Sertifikasi Operator Lokal untuk Jamin Keberlanjutan Energi Bersih di DesaPresiden Prabowo Puji Kinerja Bahlil Lahadalia dan Sebut Perjalanan Hidupnya Inspirasi Anak MudaPembangunan Kawasan DPR di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027Jalan Tol Layang Harbour Road II Ditargetkan Beroperasi pada 2028 untuk Urai Kemacetan JakartaPuslabfor Polri Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta di GambirJawaban Bahlil Lahadalia Usai Dapat Rapor Memuaskan dari Presiden Prabowo

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap