Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Sisi Pahit Profesi Kurir, Berpacu dengan Pemotongan Ongkir dan Sanksi Suspend Akun

Wahyu SuryaniDiterbitkan 8 Agu 2026 - 17.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sisi Pahit Profesi Kurir, Berpacu dengan Pemotongan Ongkir dan Sanksi Suspend Akun
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Pekerjaan sebagai kurir pengantar barang dan makanan di era digital ini menyimpan berbagai tantangan tersendiri di lapangan. Para kurir sering kali harus berhadapan dengan situasi sulit, mulai dari pemotongan ongkos kirim oleh pihak aplikasi hingga sanksi penangguhan akun atau suspend yang dipicu oleh berbagai kendala operasional saat bertugas. Realitas ini dirasakan langsung oleh para pekerja di sektor ini, yang setiap harinya harus berpacu dengan waktu dan target pengantaran demi mengais rezeki.

Nendra, salah seorang kurir yang setiap harinya mengantarkan sekitar 10 hingga 20 pesanan, mengungkapkan bagaimana sistem pemotongan biaya pengiriman cukup menekan pendapatan bersih yang ia bawa pulang. Ia menjelaskan bahwa potongan yang diterimanya mencapai sekitar 15 persen untuk setiap order yang diselesaikan. Sebagai contoh nyata, ketika ia mendapatkan dua order gabungan sekaligus dengan total tarif Rp12.800, pendapatan yang masuk ke kantongnya setelah dipotong 15 persen hanya tersisa sebesar Rp10.880. Potongan ini tentu sangat berdampak pada akumulasi penghasilan harian para kurir yang mengandalkan volume orderan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Selain masalah potongan tarif, ketidaksesuaian kondisi di lapangan juga kerap menjadi kendala yang menyulitkan proses pengantaran. Nendra mengaku pernah menemukan perbedaan jarak yang cukup jauh antara titik lokasi pada aplikasi Maps yang diberikan oleh pelanggan dengan alamat rumah yang sebenarnya di dunia nyata. Masalah tidak berhenti di situ; ketidaksesuaian barang bawaan juga kerap terjadi. Nendra menceritakan pengalamannya saat membatalkan pesanan gabungan yang awalnya berongkos sekitar Rp40.000 dan kemudian bertambah menjadi Rp44.000. Ketika ia tiba di toko untuk memeriksa barang yang harus dibawa, ia mendapati bahwa barang tersebut ternyata berupa dua karung pasir. Nendra pun memutuskan untuk langsung membatalkan pesanan tersebut karena beban yang tidak realistis untuk dibawa.

Baca Juga

Dunia Kerja Responsif Gender Dorong Produktivitas Berkelanjutan

Dunia Kerja Responsif Gender Dorong Produktivitas Berkelanjutan

Keputusan untuk membatalkan pesanan di tengah jalan bukanlah tanpa konsekuensi. Menurut penuturan Nendra, sistem pelanggaran yang diterapkan oleh penyedia aplikasi memiliki beberapa tingkatan poin pelanggaran. Pelanggaran ringan biasanya hanya berupa peringatan tertulis. Sementara itu, pelanggaran tingkat menengah bisa berujung pada sanksi suspend atau penangguhan akun selama beberapa jam. Yang paling berat, pelanggaran tingkat tinggi dapat berakhir pada pemutusan hubungan kemitraan secara sepihak.

Nendra sendiri pernah merasakan langsung pahitnya sanksi penangguhan tersebut. Akun miliknya sempat terkena suspend selama satu jam setelah ia membatalkan sebuah orderan. Pembatalan itu terpaksa ia lakukan karena restoran yang menjadi tujuan pengantaran tidak berhasil ditemukan, ditambah lagi dengan titik Maps yang tidak akurat. Sanksi suspend selama satu jam ini memberikan dampak finansial yang nyata, sebab dalam kurun waktu satu jam tersebut, Nendra berpotensi mendapatkan satu hingga tiga orderan. Ia sempat berupaya mengajukan banding atas sanksi tersebut karena merasa kondisi di lapangan tidak sesuai dengan tuduhan pelanggaran, namun pengajuan bandingnya ditolak oleh pihak aplikasi.

Baca Juga

Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Memasuki Tahap Pendinginan

Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Memasuki Tahap Pendinginan

Tantangan yang berbeda namun tidak kalah berat juga dijalani oleh Nurachman, seorang kurir paket yang membawa muatan dalam jumlah yang jauh lebih besar. Dalam sehari, Nurachman mampu membawa dan mengantarkan antara 60 hingga 100 paket ke berbagai alamat tujuan. Rutinitas hariannya dimulai dengan keluar dari gudang penyimpanan sekitar pukul 09.00 WIB, dan ia biasanya baru bisa menyelesaikan seluruh proses pengantaran paket tersebut pada pukul 17.00 hingga 18.00 WIB.

Meski harus bekerja keras seharian, Nurachman menuturkan bahwa ada sisi hangat dalam pekerjaannya saat berinteraksi dengan pelanggan. Ia beberapa kali menerima apresiasi langsung dari pelanggan yang merasa terbantu dengan layanannya. Nurachman mengaku pernah diberi martabak, es teh manis, uang tip, hingga bahan makanan pokok berupa sembako oleh para pelanggan. Pengalaman Nendra dan Nurachman ini menggambarkan realitas ganda profesi kurir saat ini. Di satu sisi, ada kehangatan dari apresiasi pelanggan, namun di sisi lain, isu sistemik seperti pemotongan ongkir, ketidakakuratan peta navigasi Maps, hingga ancaman suspend akun tetap membayangi keseharian mereka.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

logistikKurir PaketKemitraanOngkos Kirim

Berita Terbaru Lainnya

Dunia Kerja Responsif Gender Dorong Produktivitas BerkelanjutanSanksi Lemah dan Motif Bisnis Picu Maraknya Penebangan Pohon Ilegal di PerkotaanEkspansi Industri Diagnostik In Vitro Jadikan Indonesia Basis Manufaktur Asia TenggaraAsprindo Dorong Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih dan Program Kampung IndustriBGN Temukan 950 Dapur Program MBG Diduga Tidak Layak Higiene dan SanitasiKebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Memasuki Tahap PendinginanKejagung Buka Suara Terkait Sosok Febrio dalam Kasus Kematian SutrimoPertamina Sertifikasi Operator Lokal untuk Jamin Keberlanjutan Energi Bersih di Desa

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap