Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Strategi Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Rupiah Tanpa Mengorbankan Sektor Riil

Rimba NainggolanDiterbitkan 28 Jul 2026 - 12.55 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Rupiah Tanpa Mengorbankan Sektor Riil
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan pada level 5,75 persen pada Juli 2026 sebagai langkah strategis menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa membebani sektor riil. Kebijakan ini diambil di tengah tekanan nilai tukar yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026. Pada 23 Juli 2026, posisi mata uang Garuda tercatat berada di kisaran Rp17.975 per dolar AS, relatif setara dengan posisi pada penutupan akhir Juni. Keputusan ini menunjukkan bahwa otoritas moneter tidak menjadikan instrumen suku bunga sebagai satu-satunya senjata untuk meredam gejolak.

Keputusan untuk tidak mengerek BI Rate didasarkan pada pertimbangan agar biaya dana perbankan tidak melonjak, yang pada akhirnya akan menaikkan bunga kredit bagi masyarakat dan dunia usaha. Data menunjukkan aktivitas perbankan domestik masih berekspansi dengan cepat. Penyaluran kredit pada Juni 2026 mencatatkan pertumbuhan 12,67 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di posisi 11,51 persen. Seiring dengan hal tersebut, dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan sebesar 10,21 persen. Kondisi ini mengindikasikan ketersediaan likuiditas yang cukup bagi perbankan untuk terus membiayai kegiatan ekonomi produktif.

Alih-alih hanya bergantung pada pengetatan moneter, bank sentral memilih memperluas bauran kebijakan. Langkah yang ditempuh mencakup upaya menarik masuknya investasi portofolio asing, memperdalam pasar uang dan valuta asing, serta memperbaiki penyebaran likuiditas antarbank. Pendalaman pasar valuta asing dirancang agar volume transaksi menjadi lebih likuid. Dengan pasar yang lebih dalam, pergerakan kurs tidak akan mudah terguncang hanya oleh satu transaksi berskala besar. BI juga mendorong penggunaan instrumen lindung nilai agar pelaku usaha dapat memitigasi risiko fluktuasi kurs sejak dini, bukan baru mencari perlindungan saat pelemahan rupiah sudah terjadi.

Baca Juga

Sempat Tak Beroperasi Usai Gempa, KRL Kembali Buka, Kecuali Lintas Tangerang

Sempat Tak Beroperasi Usai Gempa, KRL Kembali Buka, Kecuali Lintas Tangerang

Kebijakan menahan bunga di angka 5,75 persen tentu memiliki risiko tersendiri. Jika tekanan global terus berlanjut, inflasi mendekati batas atas sasaran, atau terjadi arus keluar modal asing, daya tarik aset keuangan dalam denominasi rupiah bisa menurun. Kenaikan suku bunga secara teori mampu menahan keluarnya modal asing sekaligus mengendalikan inflasi. Namun, apabila tekanan terhadap mata uang lebih banyak dipicu oleh gejolak global, harga energi, atau ketidakpastian fiskal, menaikkan bunga justru berisiko menambah beban domestik tanpa menyelesaikan sumber tekanan utama. Oleh karena itu, BI mencoba mencari kombinasi kebijakan dengan biaya paling kecil bagi perekonomian.

Di sisi lain, ketergantungan pada investasi portofolio asing untuk menopang nilai tukar memiliki kelemahan mendasar. Karakteristik dana ini sangat rentan berpindah, masuk saat imbal hasil dianggap menguntungkan dan segera keluar begitu risiko global meningkat. Untuk menciptakan stabilitas rupiah yang berjangka panjang, perekonomian nasional membutuhkan sumber devisa yang jauh lebih solid. Fondasi ekonomi riil seperti ekspor produk bernilai tambah, penerimaan dari sektor pariwisata, investasi asing langsung, serta industri dalam negeri yang produktif tetap menjadi pilar utama yang tidak bisa digantikan oleh kebijakan keuangan semata.

Baca Juga

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Bauran kebijakan yang diterapkan Bank Indonesia saat ini menjadi ujian nyata apakah stabilitas mata uang dapat dijaga melalui instrumen yang lebih luas. Indikator kesuksesan strategi ini nantinya akan terlihat dari tingkat inflasi yang terkendali, pergerakan rupiah yang tidak bergejolak berlebihan, likuiditas yang mengalir merata, serta pertumbuhan pembiayaan produktif. Masyarakat dan dunia usaha kini menanti efektivitas langkah otoritas moneter dalam menahan badai tekanan ekonomi, dengan harapan mereka tidak perlu menanggung biaya stabilitas tersebut melalui cicilan dan biaya usaha yang semakin mahal.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

suku bungakebijakan moneterBank IndonesiarupiahBI Rate

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Tangkap 8 Pelaku Pencurian di Lokasi Kebakaran JayapuraBiksu Ditangkap Gegara Skandal Seks-Gelapkan Uang Kuil Rp53 MiliarSempat Tak Beroperasi Usai Gempa, KRL Kembali Buka, Kecuali Lintas TangerangBreaking! Gempa Bumi M 5,9 di Kepulauan Seribu JakartaSempat Berhenti Imbas Gempa, Perjalanan KRL Kembali NormalJelang Persija vs Persib, The Jakmania Berkomitmen Tak Sebar ProvokasiCerita Elsa, Penumpang yang Melihat Ibu Hirup Kamper di KRLGempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Bogor

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap