Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama tujuh pemerintah kabupaten di Pulau Flores resmi mengakhiri masa tanggap darurat dan beralih ke fase pemulihan pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7. Masa perpanjangan tanggap darurat tersebut berakhir pada Sabtu, 12 September 2026.
Seiring dengan berakhirnya status darurat, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores M7,7 pada hari yang sama pukul 18.00 WITA. Fokus penanganan di tujuh wilayah terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka, kini diarahkan sepenuhnya pada rehabilitasi dan rekonstruksi.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa yang mengguncang pada 15 Agustus 2026 tersebut mengakibatkan 136 orang meninggal dunia. Korban jiwa terdiri atas 48 orang yang meninggal langsung saat kejadian dan 88 orang yang meninggal secara tidak langsung setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, data Pemerintah Provinsi NTT mencatat 1.816 korban luka-luka, 130.763 warga mengungsi, serta 654 fasilitas pelayanan kesehatan terdampak.
Cari Kapal Virgo 8, KN SAR Permadi dan Helikopter Dikerahkan

Kerusakan fisik tersebar luas di berbagai sektor. Sebanyak 102.384 unit rumah tercatat dalam data awal terdampak. Dari hasil verifikasi sementara terhadap 51.591 rumah, sebanyak 2.382 unit mengalami rusak berat, 7.276 rusak sedang, 14.177 rusak ringan, dan 27.756 rumah dinyatakan tidak mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas publik seperti Kantor DPRD Manggarai Timur juga dinyatakan berada dalam kategori merah atau tidak aman, sedangkan di Manggarai Barat, sebanyak 126 siswa SDI Jarak terpaksa menjalani proses belajar di bawah pohon dan tenda darurat.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan bahwa bencana ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan korban jiwa, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Update Kapal Virgo 8 Hilang Kontak, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

"Gempa Flores tidak hanya meninggalkan duka mendalam dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memberikan guncangan nyata pada stabilitas ekonomi kita," kata Emanuel Melkiades Laka Lena.
Untuk mendukung pemulihan yang tepat sasaran, Bapperida NTT bersama BPBD dan program SIAP SIAGA Australia-Indonesia mengembangkan konsolidasi data sektoral dan kewilayahan berbasis sistem informasi geografis (GIS). Terkait perkembangan penanganan, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga telah melaporkan penanganan gempa Flores ini kepada Presiden Prabowo Subianto.






