Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi para penyintas bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8). Peninjauan tersebut dilakukan usai Kepala Negara memimpin rapat koordinasi penanganan dampak bencana di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.
Menuju posko pengungsian menggunakan kendaraan dinas Maung Garuda dengan didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Prabowo langsung mendengarkan pemaparan situasi dari Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto setibanya di lokasi. Selain berdialog dengan para pengungsi, Presiden menyambangi dapur lapangan guna menyapa anak-anak serta para istri prajurit yang menjadi relawan juru masak.
Berdasarkan kajian para ahli mengenai potensi gempa susulan, Prabowo mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar berada di tempat pengungsian setidaknya selama tiga minggu ke depan. Begitu situasi dinyatakan aman dan kondusif, pemerintah berkomitmen mempercepat rehabilitasi rumah rusak dan pembangunan hunian tetap bagi para korban terdampak.
Mendagri Tito Usul Korban Gempa NTT Gratis Urus Dokumen

Penanganan Logistik dan Dampak Kerusakan
Terkait mitigasi bencana ke depan, Prabowo menyambut baik usulan Kepala BNPB Suharyanto perihal pembangunan gudang logistik di setiap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memangkas jalur distribusi darurat. BNPB menyatakan pasokan bantuan untuk wilayah terdampak di NTT saat ini dalam kondisi mencukupi. Namun, tantangan utama di lapangan masih berpusat pada proses distribusi langsung (last mile) ke titik-titik pengungsian mandiri di kawasan pelosok.
Guna menjangkau lokasi-lokasi terisolir, BNPB telah menggelar survei udara pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat di sejumlah titik.
Kebakaran Lahan Dekat Jalur KA, Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung Terlambat

Secara keseluruhan di tujuh kabupaten terdampak di NTT, data penanganan bencana mencatat korban jiwa mencapai 103 orang dan 1.666 orang luka-luka. Bencana ini juga menyebabkan 185.131 warga mengungsi serta mengakibatkan kerusakan pada 77.912 unit rumah warga. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama selama penanganan masa tanggap darurat.






