Ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dan ribuan bangunan mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Merespons dampak bencana tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto mendatangi langsung tenda pengungsian warga terdampak di Kabupaten Nagekeo pada Rabu (26/8).
Prabowo mendarat menjelang pukul 12.00 menggunakan helikopter kepresidenan dengan mengenakan pakaian safari krem, topi biru tua, serta kacamata hitam. Sebelum menyapa para korban di tenda pengungsian, Presiden terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi bersama jajaran terkait di Posko Penanganan Bencana yang bertempat di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo.
Dalam kunjungan kerja penanganan bencana ini, Presiden didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Momen Hangat Prabowo Bercanda dengan Anak-Anak di Pengungsian Gempa NTT

Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk bergerak cepat dalam memulihkan kondisi masyarakat di lokasi bencana. Ia menyatakan bahwa jajaran pemerintah pusat hingga daerah tidak akan tinggal diam dan bakal bekerja keras membantu para korban serta mempercepat proses rehabilitasi.
Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (26/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTT kini mencapai 105 orang. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto merinci bahwa 48 korban jiwa meninggal akibat dampak langsung runtuhan gempa, sementara 57 korban lainnya merupakan temuan dari operasi SAR lanjutan oleh Basarnas maupun pasien yang tidak tertolong saat menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan akibat luka berat, trauma, serta faktor usia rentan seperti lansia dan anak-anak.
Prabowo Sampaikan Belasungkawa ke Korban Gempa NTT saat Tinjau Pengungsi di Nagekeo

Selain korban jiwa, BNPB mencatat 1.678 orang mengalami luka-luka dan sebanyak 179.037 warga terpaksa tinggal di pengungsian. Kerusakan fisik tercatat sementara mencapai 81.436 unit rumah, dengan tiga wilayah terdampak paling parah meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.






