Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan ulang sebanyak 3.055 dokumen kependudukan bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemulihan dokumen identitas tersebut tercatat berjalan intensif hingga Selasa (25/8/2026) pukul 22.30 WITA.
Langkah percepatan ini menyusul bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Bencana tersebut melanda Pulau Flores dan menimbulkan dampak signifikan, merenggut lebih dari 100 korban jiwa, melukai 1.603 orang, serta memaksa lebih dari 180 ribu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Untuk menangani hilangnya dokumen kependudukan masyarakat di pengungsian, Ditjen Dukcapil membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi NTT yang beroperasi di tujuh kabupaten terdampak sejak 24 Agustus. Wilayah fokus penanganan meliputi Kabupaten Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat.
BMKG Siapkan Peta Mikrozonasi untuk Rekonstruksi Tahan Gempa di Flores

Operasional di lapangan berlangsung di tengah berbagai kerusakan infrastruktur dinas kependudukan setempat. Di sejumlah lokasi, ruang server kantor Dukcapil dilaporkan ambruk, serta banyak komputer, mesin cetak, dan alat perekam KTP-el mengalami kerusakan parah. Sambungan listrik dan internet di beberapa kecamatan juga sempat putus total.
Guna mengatasi hambatan teknis tersebut, tim tanggap darurat dibekali perangkat perekaman dan pencetakan portabel, pasokan blangko KTP-el, serta dukungan koneksi internet berbasis satelit. Ditjen Dukcapil turut menyerahkan hibah peralatan dan logistik blangko kepada dinas setempat agar pelayanan mandiri dapat terus berlanjut.
ESDM Kirim 48 Genset Silent ke Puskesmas Terdampak Gempa NTT

Pelayanan adminduk keliling ini dibuka secara gratis bagi warga di posko pengungsian maupun tenda darurat terdekat sepanjang periode operasional 24–27 Agustus 2026 tanpa keharusan mendaftar terlebih dahulu. Bersamaan dengan itu, integrasi bantuan sosial juga dilakukan di titik tertentu, seperti di Desa Robo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, di mana lebih dari 100 kepala keluarga telah berhasil terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital sejak 25 Agustus 2026.






