Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Dalam kunjungannya ke posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Prabowo menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada seluruh masyarakat yang tertimpa musibah dan kehilangan anggota keluarga.
Prabowo menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran pemerintah pusat bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan pascagempa berjalan optimal di lapangan. Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Menteri ESDM, Sekretaris Kabinet, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Pangdam, Kapolda, Gubernur NTT, serta Bupati Nagekeo Simplisius.
Kemenkes, RS Lapangan dari Tenda Udara Jadi Pilihan agar Aman dari Gempa Susulan

Di hadapan para pengungsi, Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada warga Flores dan wilayah terdampak lainnya. Ia memastikan pemerintah pusat terus memantau situasi dari waktu ke waktu sekaligus menyalurkan berbagai bantuan logistik serta kebutuhan darurat guna meringankan beban para korban.
Selain penanganan darurat kebutuhan pokok, pemerintah memprioritaskan pemulihan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Langkah perbaikan sementara telah disiapkan agar aktivitas sekolah dapat segera dibuka kembali, dengan pemanfaatan tenda-tenda darurat demi menjaga faktor keamanan para siswa.
Prabowo Kucurkan Rp 200 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT

Mengenai fase rekonstruksi tempat tinggal, Prabowo menerangkan bahwa pembangunan hunian sementara serta perbaikan rumah warga baru akan dimulai setelah kondisi geologis dinyatakan stabil. Merujuk pada kajian para ahli, masa pemantauan situasi diperkirakan berlangsung hingga maksimal tiga minggu ke depan sebelum tahapan rehabilitasi fisik dapat dilaksanakan dengan aman.






