Presiden Prabowo Subianto memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat meninjau langsung posko pengungsian korban bencana gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).
Di hadapan para warga terdampak bencana yang mengungsi, Prabowo menegaskan bahwa distribusi dan pelaksanaan program MBG akan terus berjalan. Kebijakan ini dipertahankan guna menjaga pemenuhan nutrisi harian anak-anak, kesehatan ibu hamil, serta menjamin keselamatan warga lanjut usia di masa tanggap darurat.
Prabowo tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 15.10 WITA mengenakan kemeja safari dan topi biru. Kepala Negara langsung meninjau kesiapan berbagai fasilitas pendukung di posko, mulai dari jaringan ketersediaan air bersih, sistem instalasi pengolahan air (water treatment), hingga operasional dapur umum untuk pengungsi.
Prabowo Kunjungi Korban Gempa NTT, Sekolah di Tenda Dulu

Sebelum mendatangi posko warga, Prabowo memimpin rapat koordinasi penanganan bencana bersama menteri kabinet dan jajaran pimpinan instansi terkait. Mengutip kajian para ahli kebencanaan, Prabowo menyebut masa pemulihan situasi diperkirakan membutuhkan waktu maksimal sekitar tiga minggu sebelum seluruh kondisi dinyatakan relatif aman.
Sebagai langkah mitigasi lanjutan, pemerintah berencana segera membangun fasilitas hunian sementara sembari merehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan fisik akibat gempa. Selain itu, aktivitas belajar mengajar bagi peserta didik akan dialihkan sementara ke tenda-tenda darurat demi aspek keamanan anak-anak.
Kebakaran di Gunung Geulis Sukabumi Hampir Merambat ke Permukiman Warga

Prabowo turut menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada masyarakat di wilayah Pulau Flores yang kehilangan anggota keluarga, sekaligus mengapresiasi respons cepat jajaran TNI, Polri, Basarnas, serta BPBD di lapangan. Kunjungan kerja ini turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.






