Presiden Prabowo Subianto meminta kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dipindahkan sementara ke tenda darurat demi faktor keselamatan. Instruksi tersebut disampaikan saat dirinya meninjau posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).
Langkah itu diambil mengingat proses pemulihan dan stabilitas pascabencana masih memerlukan waktu. Mengutip kajian para ahli, Prabowo menyebut kondisi diperkirakan baru akan relatif aman secara menyeluruh dalam kurun waktu sekitar tiga minggu ke depan.
Selain memprioritaskan keselamatan para siswa, pemerintah pusat berkomitmen memperbaiki infrastruktur serta rumah warga yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Hunian sementara (huntara) juga disiapkan guna menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
Kemenkes, RS Lapangan dari Tenda Udara Jadi Pilihan agar Aman dari Gempa Susulan

Bantuan Penanganan Bencana Rp 200 Miliar
Untuk mempercepat penanganan darurat, Presiden Prabowo menyalurkan total dana bantuan sebesar Rp 200 miliar. Alokasi dana tersebut dibagi menjadi Rp 40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp 20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores.
Delapan wilayah penerima dana bantuan bencana tersebut mencakup: - Kabupaten Manggarai Barat - Kabupaten Manggarai - Kabupaten Manggarai Timur - Kabupaten Ende - Kabupaten Ngada - Kabupaten Nagekeo - Kabupaten Sikka - Kabupaten Flores Timur
Prabowo Kucurkan Rp 200 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT

Saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Yonif 834/WM Kabupaten Nagekeo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengonfirmasi bahwa dana bantuan Rp 20 miliar per kabupaten telah diterima oleh pemerintah daerah. Suharyanto menegaskan kepada para bupati agar anggaran itu digunakan sepenuhnya hanya untuk kebutuhan penanganan bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut mendorong pemerintah daerah menyiapkan lumbung pangan cadangan guna mengantisipasi situasi darurat, dengan kesiapan pemerintah pusat membantu pembangunannya bila diperlukan. Menanggapi dukungan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas bantuan dana dari pemerintah pusat yang dinilainya sangat krusial dalam mempercepat penanganan para pengungsi di seluruh Pulau Flores.






