Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengoperasikan rumah sakit lapangan berbasis tenda udara (inflatable) guna memastikan penanganan medis korban gempa di Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan aman di tengah tingginya ancaman gempa susulan. Hingga Selasa (25/8), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 7.259 kali getaran telah mengguncang wilayah tersebut sejak 15 Agustus.
Struktur tenda bertekanan udara dipilih untuk memitigasi risiko keruntuhan bangunan pada fasilitas kesehatan konvensional yang terdampak gempa, sehingga tenaga medis dapat menjalankan tindakan darurat maupun operasi secara stabil. Fasilitas RS lapangan tenda udara ini telah beroperasi di Aeramo, Kabupaten Nagekeo, dan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai. Selain dua titik tersebut, Kemenkes juga mempercepat pendirian RS lapangan tambahan di Stadion Golo Dukal, Manggarai.
Di RS lapangan Aeramo, tim medis mencatat telah melakukan tindakan operasi terhadap delapan pasien hingga Selasa (25/8). Penanganan bedah darurat turut dilakukan oleh tim RSUD Dr. Soetomo di bawah koordinasi dr. Alfin Bakhtiar Ilhami, yang merawat 18 pasien dalam sepekan terakhir dengan 14 di antaranya memerlukan pembedahan, termasuk operasi patah tulang paha pada seorang anak laki-laki berusia 11 tahun.
Prabowo Kucurkan Rp 200 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT

Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes per Rabu (26/8), bencana gempa bumi di tujuh kabupaten di NTT鈥攜akni Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, dan Ngada鈥攖elah menelan 105 korban jiwa. Sebanyak 385 korban luka berat masih membutuhkan perawatan intensif, sementara 1.287 orang mengalami luka ringan. Total populasi terdampak mencapai 1,91 juta jiwa, dengan lebih dari 185 ribu warga mengungsi di 444 titik penampungan.
Untuk menyokong layanan pada 70 rumah sakit dan 444 puskesmas setempat, Kemenkes menerjunkan 392 tenaga kesehatan. Dukungan personel ini mencakup mobilisasi 207 relawan medis pusat serta 78 relawan intensif dengan penugasan 14 hari melalui kendali Health Emergency Operation Center (HEOC) guna memenuhi kebutuhan dokter spesialis bedah, ortopedi, sanitasi, hingga gizi.
Momen Haru Prabowo Peluk Erat Para Pengungsi Korban Gempa NTT

Di lokasi pengungsian, tim kesehatan memetakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai keluhan paling dominan dengan 9.668 kasus terdata. Penanganan juga mencakup pemberian vaksinasi lengkap untuk 35 kasus gigitan hewan penular rabies di Nagekeo. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan jalur jalan nasional tetap berfungsi dan memprioritaskan pemenuhan air bersih, didampingi BMKG yang menyusun peta mikrozonasi untuk mitigasi wilayah tahan gempa.






