Ribuan warga di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kehilangan dokumen kependudukan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 kini mendapatkan penanganan cepat. Bencana tersebut tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga membuat dokumen kependudukan penting milik masyarakat, seperti KTP-el, Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran, rusak atau hilang tertimbun reruntuhan.
Kondisi ini menjadi krusial mengingat fisik KTP-el dan KK merupakan syarat utama bagi para korban bencana untuk mencairkan bantuan logistik, mengakses fasilitas kesehatan, hingga mendaftarkan program rehabilitasi rumah dari pemerintah. Menanggapi situasi darurat tersebut, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri terjun langsung membawa seperangkat alat pencetakan dan perekaman identitas ke wilayah terdampak.
Kemenkes, RS Lapangan dari Tenda Udara Jadi Pilihan agar Aman dari Gempa Susulan

Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi tiba di Flores pada Senin (24/8/2026) untuk menjalankan kunjungan kerja yang dijadwalkan hingga Kamis (27/8/2026) sesuai arahan Menteri Dalam Negeri. Setelah transit di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, rombongan bertolak menuju Bandar Udara Soa di Bajawa, Kabupaten Ngada. Di lokasi tersebut, koordinasi langsung dilakukan bersama Bupati Ngada Raymundus Bena serta Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Muhammad Nuh Al Azhar.
Tim Dukcapil menghadirkan layanan darurat tanpa pungutan biaya, mencakup pencetakan KTP-el dan KK pengganti, perekaman perdana bagi warga yang belum memiliki kartu identitas, serta penerbitan akta kelahiran dan akta kematian. Selain itu, data by name by address (BNBA) diserahkan kepada dinas kependudukan setempat sebagai rujukan pendataan korban, didukung pengoperasian Dashboard SIAK secara real-time dan aplikasi IKD+ oleh petugas lapangan.
Prabowo Kucurkan Rp 200 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT

Pada hari yang sama, penanganan dampak gempa di kawasan Flores juga melibatkan kementerian lain. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meninjau sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan fisik, salah satunya gedung SDK Rowa di wilayah Kabupaten Nagekeo.






